Pabrik Karet di Bengkulu Tengah Bangkrut

Pabrik Karet PT BBP di Bengkulu Tengah Bangkrut, Siapkan Pesangon Rp 7 Miliar Untuk Karyawan

Salah satu pabrik pengolahan karet di Kabupaten Bengkulu Tengah, PT Batanghari Bengkulu Pratama (BBP) bangkrut.

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Yunike Karolina
Suryadi Jaya/TribunBengkulu.com
Kondisi pembelian karet dari petani di PT Batanghari Bengkulu Pratama sehari sebelum berhenti melakukan pembelian, Rabu (21/12/2022). Mulai Kamis (22/12/2022) PT BBP berhenti beroperasi. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Salah satu pabrik pengolahan karet di Kabupaten Bengkulu Tengah, PT Batanghari Bengkulu Pratama (BBP) akan berhenti membeli bahan baku, mulai besok Kamis (21/12/2022). 

Akibatnya, sebanyak 201 karyawan akan segera mendapatkan surat pemberhentian dari pihak perusahaan dan pihak perusahaan telah menyiapkan uang pesangon bagi 201 karyawan tersebut. 

"Kita sudah menyiapkan uang pesangon bagi seluruh karyawan sebanyak Rp 7 miliar dan akan segera kita distribusikan secara bertahap," ungkap Haulan Ismadi Kepala Personalia PT BBP, Rabu (21/12/2022). 

Karyawan yang telah bekerja di PT BBP selama 20 tahun itu berpesan agar seluruh karyawan bisa memanfaatkan uang pesangon tersebut secara bijak. 

"Saya berpesan agar uang pesangon ini bisa dimanfaatkan dengan baik dan bisa menjadi modal untuk memulai usaha baru," kata Haulan. 

Diketahui, pabrik tersebut yakni PT Batanghari Bengkulu Pratama (BBP) mengalami pengurangan jumlah kontrak penjualan hasil olahan karet dan harus merugi sejak empat tahun terakhir. 

Haulan pun menjelaskan, pihaknya telah berupaya semaksimal mungkin untuk mempertahankan proses produksi dengan berbagai cara. 

"Kita sudah berupaya untuk menekan biaya produksi, terakhir kita melakukan efisiensi karyawan sebanyak 45 karyawan diberhentikan, tetapi itu tidak menyelesaikan masalah," ujar Haulan kepada TribunBengkulu.com, Rabu (21/12/2022). 

Saat ini PT BBP masih melakukan pembelian karet dari petani dan akan berakhir pada besok (22/12/2022) pukul 12.00 Wib. 

"Terakhir kita beli karet dari petani itu besok siang, lewat dari itu tidak kita terima, karena kita masih ada kontrak sedikit yang harus dipenuhi pada Januari 2023 mendatang," ungkap Haulan. 

Terkait pemberhentian seluruh karyawan, Haulan menuturkan, akan dilakukan secara bertahap hingga proses pengiriman olahan karet pada Januari 2023 selesai. 

"Pertama karyawan di bagian bahan baku, kemudian berlanjut ke bagian yang lain, baru Januari nanti setelah pengiriman hasil produksi terakhir, semua karyawan dipastikan sudah diberhentikan," kata Haulan. 

Meski kondisi pabrik yang bangkrut, Haulan memastikan seluruh hak-hak para pekerja akan dipenuhi secara penuh. 

"Seluruh pesangon para karyawan sudah kita siapkan dan kita pastikan tidak ada yang tidak dapat," ujarnya.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved