Pabrik Karet di Bengkulu Tengah Bangkrut

Ratusan Pekerja Pabrik Karet di Bengkulu Tengah Bangkrut Mengaku Sedih dan Belum Tahu Arah

PT Batanghari Bengkulu Pratama (PT BBP) merupakan pabrik pengolahan karet di Kabupaten Bengkulu Tengah yang bangkrut dan terpaksa memberhentikan 201 k

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: M Arif Hidayat
Suryadi Jaya/Tribunbengkulu.com
Kepala Personalia PT Batanghari Bengkulu Pratama Haulan Ismadi mengatakan pabrik pengolahan karet di Kabupaten Bengkulu Tengah ini bangkrut dan terpaksa memberhentikan 201 karyawan, Kamis (22/12/2022) besok.  

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - PT Batanghari Bengkulu Pratama (PT BBP) merupakan pabrik pengolahan karet di Kabupaten Bengkulu Tengah yang bangkrut dan terpaksa memberhentikan 201 karyawan, Kamis (22/12/2022) besok. 

 

Diketahui PT BBP telah berdiri sejak 2002 lalu dan telah mempekerjakan ribuan karyawan selama beroperasi. 

 

Salah satu karyawan yang telah bekerja di PT BBP sejak 2002 mengaku sedih jika perusahaan yang telah menjadi tempat mencari nafkah harus gulung tikar. 

 

Edwin, pekerja bagian dryer di PT BBP yang telah mengabdi selama 20 tahun itu pun mengaku belum ada rencana dalam waktu dekat terkait pekerjaan yang baru jika nanti dirinya resmi dipecat. 

 

"Kami karyawan tentu sangat sedih, perusahaan yang telah menjadi tempat kami menghidupi keluarga harus bangkrut seperti ini, banyak kenangan yang baik selama bekerja disini," ujar Edwin kepada TribunBengkulu.com, Rabu (21/12/2022). 

 

Edwin pun berharap, pihak perusahaan bisa memenuhi pesangon kepada seluruh karyawan yang telah bekerja bagi perusahaan. 

 

"Semoga pesangon dibayarkan secara penuh, agar kami bisa menjadikan pesangon itu sebagai modal untuk membuka usaha," ungkap Edwin. 

 

Hal senada juga disampaikan, Haulan Ismadi yang telah bekerja sejak PT BBP berdiri di Bengkulu Tengah

 

"Tentu kami sangat sedih sekali, kami sudah menganggap perusahaan ini sebagai rumah kedua kami, tetapi karena keadaan mau bagaimana lagi," ungkap Haulan.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved