Curhat Guru, Perka BKN Nomor 11 Tahun 2022 Mengahambat Karier Hingga Naik Pangkat

Curhat seorang guru tidak bisa mengembangkan karier. Mulai ditahun 2023 mendatang, tenaga guru bisa naik pangkat harus memiliki sertifikat pendidik.

Ahmad Sendy Kurniawan Putra/TribunBengkulu.Com
M. Arifky Pratama, salah seorang guru di Kabupaten Bengkulu Selatan, Minggu (25/12/2022) mencurahkan isi hatinya tidak bisa naik pangkat. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Curhat seorang guru tidak bisa mengembangkan karier. Mulai ditahun 2023 mendatang, tenaga guru bisa naik pangkat tanpa memiliki sertifikat pendidik.

Bahkan, sebelum munculnya aturan Perka BKN Nomor 11 Tahun 2022, setiap guru memiliki hak naikan tidak perlu memiliki sertifikat pendidik. Tetapi hanya menunggu beberapa tahun sudah bisa mengajukan kenaikan pangkat.

Padahal seorang guru merupakan sosok yang begitu dihormati karena memiliki sumbangan yang cukup besar terhadap keberhasilan pembelajaran di sekolah.

"Dengan adanya aturan tersebut kami sangat tidak berharga lagi. Jadi apa lagi penghargaan untuk kami," jelas salah seorang guru di Bengkulu Selatan, M. Arifky Pratama, M.Pd, kepada tribunbengkulu.com, Minggu (25/12/2022).

Baca juga: Dari Ajudan Soeharto Sosok Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno uang Kini Sedang Berjuang Lawan Sakit

Untuk diketahui, Guru sangatlah berperan dalam membantu perkembangan peserta didik untuk mencapai kemampuan optimalnya. Ketika orang tua mendaftarkan anaknya di setiap jenjang pendidikan pada sekolah tertentu.

Dalam kaitan ini guru perlu memperhatikan peserta didik secara individual. Tugas guru tidak hanya mengajar, namun juga mendidik, mengasuh, membimbing dan membentuk kepribadian anak didik guna menyiapkan dan mengembangkan sumber daya yang dimiliki masing-masing peserta didik.

Demikian besar tugas dan tanggung jawab guru, sehingga dibutuhkan sikap dan perilaku yang bisa menjadi teladan bagi anak didiknva.

Guru profesional harus menjadikan anak didik sebagai mitra pembelajaran, karena harapan mereka adalah menjadi manusia berakhlak, kreatif dan inovatif untuk meraih cita-citanya.

Melihat penting dan besarnya tugas yang di emban guru ada kiranya pemerintah lebih memperhatikan kesejahteraan guru dengan memberikan hak-hak yang seharusnya diterima oleh guru yang ada di Indonesia mulai dari hak perlindungan materi serta pengembangan karir guru.

Permasalahan tentang kesejahteraan guru dalam bidang materi sudah biasa dan sudah menjadi keluhan dari setiap guru yang ada di seluruh pelosok negeri. apalagi bagi guru Non-PNS.

Saat ini juga telah terbit Perka BKN Nomor 11 Tahun 2022 yang juga bagi guru PNS merenggut hak mereka dalam mengembangkan karir kinerja mereka. dimana dalam peraturan tersebut disebutkan pada pasal 8 ayat 4 bahwa guru PNS yang ingin naik pangkat sekarang harus memiliki sertifikat pendidik.

Seperti yang kita ketahui untuk mendapatkan sertifikat pendidik memakan waktu yang lumayan lama bahkan ada yg menunggu sampai puluhan tahun untuk dipanggil mengikuti Pendidikan Profesi Guru sehingga menyebabkan banyak guru yang tidak bisa naik pangkat.

"Bagi kami sebagai guru sertifikat tidak bisa dijadikan tolak ukur untuk mengukur kemampuan akademik maupun professionalitas guru dalam bekerja, jadi perlu adanya solusi dari pemerintah atas terbitnya peraturan tersebut," kata Arifky Pratama.

Penuh harapan, Pemerintah agar lebih cermat melakukan pengkajian dalam mengeluarkan suatu aturan. Jika aturan tersebut tidak dilakukan revisi maka dipastikan aturan yang di keluarkan merupakan membunuh kesejahteraan para guru atau tenaga pendidik lainya.

"Kami berharap agar aturan baru itu segera dilakukan pengkajian ulang atau revisi. Kenapa, karena dinilai aturan yang dikeluarkan oleh BKN, merupakan sangat membunuh kesejahteraan para tenaga pendidik atau guru," ungkap Arifky.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved