Petani di Bengkulu Selatan yang Ditemukan Tewas Setelah 6 Hari Hilang Pernah Dirawat di RSJ

Fakta baru meninggalnya Sidarman (45), warga Desa Tanjung Aur Kecamatan Pino Raya. Tahun 2019 ternyata, korban pernah menjadi pasien RSJKO Soeprapto.

HO Polres Bengkulu Selatan
Sidarman (45) warga Desa Tanjung Aur Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan, ditemukan tewas di pinggir jalan beton yang merupakan akses perkebunan setelah 6 hari hilang. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Fakta baru meninggalnya Sidarman (45), warga Desa Tanjung Aur Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan Provinsi Bengkulu.

Di tahun 2019 Sidarman pernah menjadi pasien RSJKO Soeprapto Bengkulu.

Informasi tersebut diperoleh dari pihak keluarga, setelah dimintai keterangan terkait latar belakang Sidarman semasa hidup.

"Keterangan dari keluarga korban, ya seperti itu. Korban semasa hidup pernah mengalami gangguan jiwa. Bahkan, pernah dirawat di RSJKO Soeprapto pada tahun 2019 yang lalu," kata Kapolsek Pino Raya, Iptu Junairi, kepada TribunBengkulu.com, Minggu (25/12/2022).

Sementara, setelah Sidarman keluar dari RSJKO Soeprapto, ia telah dinyatakan sehat atau kembali normal.

Bahkan, korban telah kembali beraktivitas seperti masyarakat biasa atau melakukan pekerjaan selayaknya seorang petani lainya.

Meninggal karena Sakit

Sidarman (45) warga Desa Tanjung Aur Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan yang ditemukan tewas tergeletak di pinggir jalan kebun dipastikan karena sakit.

Hal ini setelah pihak kepolisan Polres Bengkulu Selatan memastikan tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.

Apalagi keluarga korban, menyatakan bahwa korban mengidap penyakit maag dan juga ada riwayat gangguan jiwa.

"Keterangan keluarga, korban memang sebelumnya ada riwayat gangguan jiwa serta maag," kata Kapolsek Pino Raya, Iptu Junairi kepada TribunBengkulu.com, Sabtu (24/12/2022).

Meskipun keluarga korban sudah menerima kejadian tersebut, pihak kepolisian tetap melakukan pengecekan yang melibatkan pihak Rumah Sakit Umum Daerah Hasanuddin Damrah (RSHD) Manna.

"Masih tetap kita bawa tadi korban ke rumah sakit untuk dilakukan pengecekan. Tetapi, memang benar tidak ada luka-luka tanda-tanda ada kekerasan," ungkap kapolsek.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved