BNNP Bengkulu Amankan 210 Kilogram Ganja Sepanjang 2022, Kasus Ganja dan Sabu Paling Menonjol

Sebanyak 210 kilogram ganja berhasil diamankan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bengkulu sepanjang tahun 2022.

Penulis: Beta Misutra | Editor: Yunike Karolina
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
Kepala BBNP Bengkulu, Brigjen Pol Tjatur Abrianto saat memimpin pers rilis akhir tahun di Kantor BNNP Bengkulu, Kamis (29/12/2022). 

Laporan Reporter Tribun Bengkulu.com, Beta Misutra

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Sebanyak 210 kilogram ganja berhasil diamankan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bengkulu sepanjang tahun 2022.

Dalam tahun ini, ganja sangat mendominasi kasus narkoba yang berhasil diungkap BNNP Bengkulu

Secara rinci, ada 210.240 gram ganja yang berhasil diamankan BNNP Bengkulu, namun angka tersebut masih merupakan berat kotor.

Sedangkan saat dilakukan penimbangan oleh pihak BNNP, berat bersih ganja yang berhasil diamankan menjadi 174.790 gram.

Selain ganja, pihak BNN juga berhasil mengamankan narkotika jenis lainnya yaitu jenis sabu.

Untuk narkotika jenis sabu, Total sepanjang tahun ada 94.14 gram sabu yang diamankan sebagai barang bukti.

Narkotika lainnya yang juga berhasil diamankan pada tahun ini, yaitu peredaran tembakau gorila dengan berat 149,04 gram.

Terakhir ada narkotika jenis ekstasi dengan jumlah 74,79 gram yang berhasil diamankan.

"Dari kasus tahun 2022 yang berhasil diungkap BNN Provinsi Bengkulu, untuk kasus yang paling menonjol adalah penggunaan sabu dan juga ganja," ungkap Kepala BBN Provinsi Bengkulu, Brigjen Pol Tjatur Abrianto usai menggelar pers rilis akhir tahun, Kamis (29/12/2022).

Sementara untuk tersangka yang berhasil amankan 20 tersangka penyalahgunaan narkotika sepanjang tahun 2022.

20 tersangka penyalahgunaan narkotika tersebut diamankan dari 16 kasus yang berhasil diungkap BNN.

"Secara umum Provinsi Bengkulu tidak termasuk tinggi peredaran narkoba, cuman mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun 2021," kata Tjatur.

Sementara itu untuk menekan peredaran narkoba di Provinsi Bengkulu ada beberapa upaya yang kedepan akan terus dilakukan oleh BNN.

Di antaranya dengan melakukan upaya pencegahan, serta memberikan masyarakat daya tangkal terhadap keluarga dengan pelayanan rumah.

"Kemudian kita juga akan melakukan rehabilitasi kepada para pengguna, agar kembali menjadi masyarakat yang produktif," ujar Tjatur.

 

Baca juga: Polisi Gerebek Ladang Ganja 1 H di Rejang Lebong Bengkulu, Pemilik Kabur Tinggalkan Anak Istri

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved