Penjual Obat di Bengkulu Buat Resep Dokter Palsu, Polisi Tidak Temukan Dugaan Malapraktik

Penyidik Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Bengkulu masih mendalami kasus penjual obat di Bengkulu DS (58) yang membuat resep dokter palsu.

Penulis: Beta Misutra | Editor: Yunike Karolina
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
Direskrimsus Polda Bengkulu Kombes Pol Dodi Ruyatman. Penyidik Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Bengkulu masih mendalami kasus penjual obat di Bengkulu DS (58). 

Laporan Reporter Tribun Bengkulu.com, Beta Misutra

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Penyidik Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Bengkulu masih mendalami kasus penjual obat di Bengkulu DS (58) yang membuat resep dan surat keterangan dokter palsu.

Dikatakan Direskrimsus Polda Bengkulu, Kombes Pol Dodi Ruyatman, dari pemeriksaan yang mereka lakukan belum ditemukan adanya dugaan malapraktik.

Sejauh ini, tersangka diketahui hanya mengambil keuntungan dari penjualan surat keterangan dokter palsu.

Termasuk juga fakta baru yang sebelumnya mereka juga menemukan resep dokter yang dibuat dengan menggunakan nama dokter yang sudah meninggal.

Nama dokter yang digunakan dan dipalsukan tandatangannya adalah nama dokter yang tersangka ikuti, saat masih bekerja di Jakarta sebelumnya.

"Hasil pengembangan dari kasus dokter palsu, kalau untuk ke malapraktiknya belum kita temukan, namun masih tetap kita dalami," ungkap Dodi.

Sedangkan untuk surat keterangan dokter palsu yang dibuat oleh tersangka, biasanya digunakan oleh orang-orang yang memerlukannya untuk izin sakit.

Dari keterangan yang didapatkan dari pelaku, kebanyakan permintaan surat izin palsu tersebut diminta melalui pesan WhatsApp.

Orang-orang yang meminta surat keterangan dokter melalui WhatsApp tersebut, rata-rata merupakan orang-orang yang dahulu sering menghubungi tersangka saat masih bekerja dengan seorang dokter di Jakarta.

Setiap orang yang meminta surat keterangan dokter, dimintai biaya Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu, yang biasanya di transfer melalui rekening istrinya.

"Karena tersangka ini lama ikut dokter di Jakarta, jadi banyak mantan-mantan pasien yang di Jakarta yang meminta," ujar Dodi.

Keuntungan yang Didapat Pelaku

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved