2.600 Pelanggan PLN di Bengkulu Selatan 'Nunggak' Bayar Listrik, Kini Terancam Diputus Permanen

Sebanyak 2.600 pelanggan  PT. PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Manna Kabupaten BS terancam diputuskan jaringan listriknya secara permanen.

TribunNews.Com
Meteren listrik salah satu pelanggan di Bengkulu Selatan terpaksa dilakukan pemutusan sementara dan disegel petugas PLN, pada Jumat (30/12/2022) 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Sebanyak 2.600 pelanggan PT. PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Manna Kabupaten Bengkulu Selatan terancam diputuskan jaringan listriknya secara permanen.

Hal ini mengingat, ribuan pelanggan PLN tersebut menunggak dalam pembayaran. Bahkan, terhitung Selasa (27/12/2022) tercatat ada sebanyak 36 ribu pelanggan PLN Manna.

Hanya saja, 2.600 pelanggan yang menunggak didominasi oleh pelanggan rumah tangga.

Baca juga: Dua Pekan Terakhir Harga Sawit di Bengkulu Selatan dan Kaur Tidak Kunjung Mengalami Kenaikan


Kepala PT. PLN (Persero) ULP Manna Dedi Mulyadi mengungkapkan, tunggakan tersebut akan diselesaikan pembayarannya hingga akhir Desember 2022.

Untuk mengejar target tersebut, saat ini PLN Manna mengerahkan seluruh personil untuk turun ke lapangan melakukan penagihan ke pelanggan yang menunggak.

Bahkan, sebagai teguran sementara, pelanggan yang menunggak sudah diputuskan sementara jaringan listriknya.

"Kami akan memutuskan sementara saluran listrik bagi pelanggan yang menunggak, meskipun tunggakan masih satu bulan," jelas Dedi kepada TribunBengkulu.com, Jumat (30/12/2022).

Ia menambahkan, ketegasan PLN Manna memutuskan sambungan listrik bagi pelanggan yang menunggak dinilai efektif. Terbukti jumlah pelanggan yang menunggak mengalami penurunan dari sebelumnya.

Sementara pelanggan yang menunggak dua bulan ke atas saat ini sudah tidak ada lagi klaim pihak PLN Manna, sebab sudah dikenakan sanksi yang tegas berupa pemutusan listrik secara permanen.

"Kalau yang belum bisa melunasi kita putus sementara, segel MCB. Sekarang tinggal yang satu bulan, kalau yang dua hingga tiga bulan sudah habis kita cabut," ungkap Dedi. 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved