Breaking News:

Meski Harga Sejumlah BBM Turun, SPBU di Bengkulu Tengah Sebut Penjualan Belum Meningkat

Dua hari pasca PT Pertamina resmi menurunkan harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi diseluruh Indonesia, namun penjualan BBM non subsidi masi

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Yunike Karolina
Suryadi Jaya/TribunBengkulu.com
Dua hari setelah PT Pertamina resmi menurunkan harga jual BBM nonsubsidi di seluruh Indonesia, namun penjualan BBM nonsubsidi masih belum mengalami peningkatan, Kamis (5/1/2023). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Dua hari setelah PT Pertamina resmi menurunkan harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi diseluruh Indonesia, namun penjualan BBM non subsidi masih belum mengalami peningkatan, Kamis (5/1/2023). 

Padahal, penurunan harga jual BBM non subsidi terbilang signifikan, seperti jenis Dexlite mengalami penurunan harga sebesar Rp 2.150 per liter. 

Rendi Dwi Harsono, pengawas salah satu SPBU di Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu menyebutkan, penjualan BBM jenis Pertamax, Dexlite dan Pertamax Turbo masih belum mengalami perubahan. 

"Masih seperti biasa, tidak ada peningkatan penjualan, apalagi BBM subsidi saat ini stoknya aman," ujar Rendi kepada TribunBengkulu.com, Kamis (5/1/2023). 

Diketahui, khusus di Kabupaten Bengkulu Tengah, harga BBM jenis Pertamax mengalami perubahan harga dari Rp 14.500 menjadi Rp 13.300 per liter, untuk jenis Pertamax Turbo juga mengalami penurunan harga dari Rp 15.800 menjadi Rp 14.650 per liter. 

Sedangkan BBM jenis Dexlite mengalami penurunan harga dari Rp 19.000 menjadi Rp 16.850 per liter. 

"Untuk di SPBU kita memang paling banyak pembeli itu BBM jenis solar dan pertalite, mungkin karena jarak harganya masih cukup besar makanya orang lebih memilih pakai BBM subsidi ini," ungkap Rendi. 

Terkait ketersediaan BBM subsidi, Rendi mengatakan saat ini masih kategori aman dan tercukupi. 

"Kalau untuk Solar, kita setiap hari masuk 16 ton, tapi kalau untuk pertalite kita bedakan, kadang 8 ton kadang 16 ton, karena pertalite ini kurang peminatnya," kata Rendi.

 

Baca juga: BREAKING NEWS: Ditegur, Siswa SMA Pukul Guru di Bengkulu dengan Alat Briket

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved