Tol Bengkulu Lubuklinggau

Nasib Kelanjutan Pembangunan Tol Bengkulu-Lubuklinggau, Pemprov Diminta Gandeng Lubuklinggau

Pemprov Bengkulu disarankan menggandeng Pemerintah Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan untuk kelanjutan pembangunan jalan tol Bengkulu-Lubuklinggau.

Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Yunike Karolina
Hendrik Budiman/TribunBengkulu.com
Gerbang tol Bengkulu - Taba Penanjung. Per 12 Januari 2023 pukul 00.00 WIB nanti pengendara yang melintas mulai diberlakukan tarif. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Pemprov Bengkulu diminta menggandeng Pemerintah Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan untuk kelanjutan pembangunan jalan tol Bengkulu - Lubuklinggau.

Hal itu disarankan oleh Pakar Ekonomi Provinsi Bengkulu, Prof. Dr. Kamaludin, MM. Menurutnya pendekatan ke pemerintah pusat tidak bisa ditawar, agar ada titik terang untuk rencana pembangunan tol Bengkulu - Lubuklinggau seksi selanjutnya. 

"Salah satu nya berharap PDKT ke pemerintah pusat bersama Pemda Sumsel khususnya Kota Lubuklinggau agar tol ini bisa berlanjut hingga Lubuklinggau," saran Prof Kamal, sapaan akrabnya. 

Hal ini melihat, masih simpang siur akan nasib pembangunan tol Bengkulu sesi selanjutnya terlebih lagi hingga saat ini belum ada kabar kepastian.

Bukan tanpa alasan, untuk berkolaborasi dengan Pemda Lubuklinggau. Bila tol sudah selesai terbangun seutuhnya. Maka Kota Lubuklinggau lah yang akan mendapatkan dampak positif akan adanya tol tersebut. 

"Menurut hemat saya Kota Lubuklinggau akan menerima manfaat yang jauh lebih besar, dibanding Provinsi Bengkulu. Karena ia menjadi pintu masuk dan keluar Provinsi Bengkulu," jelasnya. 

Saat ini tol Bengkulu- Lubuklinggau baru terealisasikan 1 seksi. Yakni jalan tol Bengkulu - Taba Pananjung, dengan panjang 17,6 Km.

Tol Bengkulu sendiri tergabung dalam Trans Sumatera yang terdiri dari delapan ruas diantaranya yaitu Ruas Sigli - Banda Aceh (74 Km), Ruas Kisaran - Indrapura (48 Km), Ruas Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (143 Km).

Kemudian Ruas Sp. Indralaya – Muara Enim (119 Km), Ruas Padang - Sicincin (36 Km), Ruas Pekanbaru – Pangkalan (65 km), Ruas Lubuk Linggau - Curup Bengkulu seksi Bengkulu – Taba Penanjung (17,6 Km) dan Ruas Binjai – Langsa seksi Binjai – Pangkalan Brandan (58 Km).

"Kalau kita lihat Pemda Provinsi Sumsel jauh lebih tinggi daya tawar dan dobrak dibanding kita Provinsi Bengkulu. Lihat saja bukti, berapa banyak dan panjang ruas tol yang digelontorkan buat Sumsel. Sementara kita Bengkulu, satu saja tidak selesai, " ungkapnya. 

Sementara itu, menanggapi penetapan tarif untuk tol Bengkulu - Taba Pananjung, yang akan diterapkan pada 12 Januari nanti. Ia menilai tarif tol tersebut adalah wajar dan sudah memperhatikan kemampuan ekonomi masyarakat Provinsi Bengkulu dan sekitarnya. Bahkan angka tersebut, idak jauh yang ia perkirakan. 

"Sedikit ada dampak, paling tidak dari Taba Penanjung ke Bengkulu, tapi tidak luas karena wilayah itu bukan daerah bottleneck (penyempitan jalan, red). Dan tidak banyak waktu yang dihemat untuk masuk Kota Bengkulu," bebernya.

 

Baca juga: Update Peringatan Dini Cuaca Bengkulu 8-10 Januari 2023, Waspada Hujan Angin Wilayah Ini

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved