Tak Bisa Mengaji, 20 ASN Pemprov Bengkulu Ini Ikuti Kelas Program Berantas Buta Huruf Al-Quran

Sebanyak 20 orang terpilih mengikuti Program gerakan untuk memberantas buta huruf Al-Qur'an di kalangan ASN dan honorer Pemprov Bengkulu.

Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Yunike Karolina
Jiafni Rismawarni/TribunBengkulu.com
Masjid Alif Lam Min di Kantor Gubernur Bengkulu, akan digunakan sebagai tempat belajar mengaji bagi para ASN dan THL di lingkungan Pemprov Bengkulu dalam rangka program berantas buta huruf Al-Qur'an. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Sebanyak 20 orang terpilih mengikuti program gerakan untuk memberantas buta huruf Al-Qur'an di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan honorer Pemprov Bengkulu.

Program berantas buta huruf Al-Qur'an dimulai Senin 9 Januari 2023 akan mengikuti kelas mengaji di Masjid Alif Lam Mim Kantor Gubernur Bengkulu

"Tanggal 9 Januari ini, akan dibuka 2 kelas mengaji. Tahap awal peserta terdiri dari ASN/THL biro-biro dan OPD lingkup sekretariat daerah," kata Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu Syarifudin. 

Untuk peserta ini, merupakan hasil saringan dari tes mengaji yang dilakukan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing.

Dan di tahap awal ini, dimulai dengan 20 orang, untuk mengikuti kelas mengaji ini. 

"Data peserta ini, sudah ditentukan berdasarkan data base yang diberikan oleh kepala OPD. Peserta masuk kelas khusus yang buta huruf," papar Syarif. 

Dari 20 orang ini, Syarif memastikan bahwa tidak ada pimpinan OPD maupun biro. Pasalnya, berdasarkan tes mengaji yang dilakukan oleh pimpinan Pemprov Bengkulu didapati seluruh pejabat eselon II, yang terdiri dari 41 pejabat (35 pimpinan OPD dan 6 pimpinan biro), bisa mengaji. Meskipun ada beberapa yang belum lancar mengajinya. 

"Semua sudah di tes Al-Qur'an dan bisa mengaji dengan kategori penilaian lancar 78 persen, dan kurang lancar 22 persen," ungkap Syarif. 

Sebelumnya, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan program pemberantasan buta huruf Al-Qur'an dilakukan, agar di tahun 2023 ini seluruh ASN Provinsi Bengkulu tidak ada lagi yang buta huruf Al-Qur'an. 

"Tidak perlu malu, tidak perlu tidak enak dan sebagainya, justru ini kesempatan yang sangat bagus pasti seluruh ASN akan memberikan dukungan agar semua bisa mengikuti program ini dengan baik," sampai Rohidin. 

Baca juga: Musala Najmuddin Kantor Gubernur Bengkulu Digantikan Masjid Alif Lam Mim, Ini Maknanya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved