Bayi Meninggal di RSUD Bengkulu Tengah

Cerita Memilukan Mantan Kades di Bengkulu Tengah, Bayinya Meninggal saat Persalinan di RSUD

Cerita memilukan datang dari mantan Kepala Desa (kades) di Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu.

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Yunike Karolina
Suryadi Jaya/TribunBengkulu.com
Sutan Muklis (53) mantan Kades Rindu Hati Kecamatan Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah protes terhadap pelayanan pihak RSUD Bengkulu Tengah yang menurutnya menyebabkan sangat buah hati meninggal dunia saat persalinan. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Cerita memilukan datang dari mantan Kepala Desa (kades) di Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu.

Sutan Muklis (53) mantan Kades Rindu Hati Kecamatan Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah kehilangan buah hati yang baru dilahirkan sang istri.

Bayi laki-lakinya meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bengkulu Tengah

Sutan yang menyaksikan proses persalinan sang istri pun protes terhadap pelayanan pihak RSUD Bengkulu Tengah.

Ia menilai pelayanan pihak RSUD menyebabkan sangat buah hati meninggal dunia saat proses bersalin.

Diceritakan Sutan, kejadian tersebut berawal saat sang istri Siska Aprita (40), mengalami sesak nafas dan dalam keadaan hamil 32 minggu. Sehingga dibawa ke RSUD Bengkulu Tengah untuk mendapatkan perawatan, Kamis (5/1/2023) malam. 

Karena keluhannya merupakan sesak nafas, usai diperiksa di IGD, Siska pun dibawa ke ruang perawatan penyakit dalam.

"Memang sudah ada tindakan saat itu terkait sesak nafasnya, tetapi saat malam Sabtu, istri saya mengeluhkan perutnya sakit seperti tanda-tanda akan melahirkan, padahal kalau sesuai jadwal masih sekitar seminggu lagi," ujar Sutan kepada awak media, Senin (9/1/2023). 

Di saat sang istri kesakitan, perawat dan dokter yang ada di ruang perawatan bukannya melakukan tindakan tetapi malah menanyakan perihal riwayat kehamilan dan data-data lainnya. 

"Di situ saya marah, nanti lah dulu soal sensus, inikan soal nyawa orang, tetapi perawat ini malah jawab, kalau bapak tidak mau ikuti SOP, bawa saja istri bapak pulang," ujar Sutan sembari menirukan gaya bicara perawat di RSUD Bengkulu Tengah

Kemudian, saat sekira pukul 05.00 WIB hari Sabtu (7/1/2023), istri Sutan berteriak kembali karena mengalami rasa sakit yang hebat dan ketubannya pecah.

"Melihat itu, dokter ini bilang mau koordinasi dulu lah apa lah, maksud saya kalau tidak mampu ya buat surat rujukan. Atau jika memang bisa ditangani minimal pindahkan ke ruang bersalin bukan di ruang rawat inap," katanya. 

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved