Warga Bengkulu Tengah Bobol Kontrakan Mengaku Curi Uang Rp 2,5 juta, Versi Korban Rp 100 Juta

Polisi masih mendalami kasus pencurian yang dilakukan oleh Aj (41) warga Bengkulu Tengah dengan korban penyewa kontrakannya sendiri.

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Yunike Karolina
HO Polres Bengkulu Tengah
Aj (41) warga Desa Karang Tinggi Kecamatan Karang Tinggi Kabupaten Bengkulu Tengah diamankan Satreskrim Polres Bengkulu Tengah lantaran nekat melakukan tindak pindana pencurian di kontrakan miliknya sendiri dengan menggunakan kunci serap, Minggu (8/1/2023). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Polisi masih mendalami kasus pencurian yang dilakukan oleh Aj (41) warga Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu dengan korban penyewa kontrakannya sendiri.

Terbaru, terdapat keterangan berbeda antara pelaku dan korban terkait jumlah uang yang hilang atau yang diambil oleh pelaku. 

Dari data yang berhasil dihimpun, korban kepada penyidik mengungkapkan mengalami kerugian uang tunai Rp 100 juta dan voucher pulsa senilai Rp 8,5 juta. 

Sedangkan pelaku mengaku kepada penyidik hanya mengambil uang senilai Rp 2,5 juta dan voucher senilai Rp 8,5 juta. 

Kasat Reskrim Polres Bengkulu Tengah, AKP Donald Sianturi mengungkapkan, saat ini pihaknya masih mengembangkan dan mendalami kasus ini. 

"Dari pemeriksaan sementara, uang dicuri oleh pelaku dihabiskan untuk biaya pelariannya ke Sumatera Barat. Sementara itu karena jumlah uang yang diakui korban dan pelaku berbeda kami akan selidiki lebih lanjut," ungkap Donald, Senin (9/1/2023). 

Diberitakan TribunBengkulu.com sebelumnya, Aj (41) warga Desa Karang Tinggi Kecamatan Karang Tinggi Kabupaten Bengkulu Tengah diamankan Satreskrim Polres Bengkulu Tengah lantaran nekat melakukan tindak pindana pencurian di kontrakan miliknya sendiri dengan menggunakan kunci serap.

Kejadian tersebut terjadi pada Minggu (25/12/2022) lalu, saat Mualik (37) penyewa kontrakan pelaku sedang terlelap tidur.

Kasat Reskrim Polres Bengkulu Tengah AKP Donald Sianturi menjelaskan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 WIB saat korban tidur, namun dari keterangan korban, seluruh pintu yang ada di rumah kontrakannya sudah dipastikan terkunci rapat.

"Sebelum tidur korban ini menyimpan dua unit Handphone (Hp) miliknya ke dalam tas dan kebetulan di dalam tas tersebut juga terdapat uang tunai dengan jumlah sebesar Rp 100 juta beserta sejumlah voucher pulsa," ujar Donald.

Namun saat korban terbangun di pagi hari tepatnya pukul 06.00 WIB, korban langsung kaget, sebab tas yang tadinya berada di sampingnya sekarang sudah tak ada lagi.

Setelah melakukan pencarian diseluruh kamar, korban sudah tidak menemukan lagi keberadaan tas miliknya tersebut.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved