Tak Puas Putusan Banding di Pengadilan Tinggi Bengkulu, Oknum Polisi Penganiaya ART Ajukan Kasasi

Oknum polisi penganiaya ART di Kota Bengkulu, Bripka Beni Adiansyah dan sang istri, Lediya Eka Restu akan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
Persidangan kasus penganiayaan terhadap Yesi Apriliya Asisten Rumah Tangga (ART) yang dilakukan oleh terdakwa oknum polisi Bripka Beni Ardiansyah dan istrinya Lediya Eka Restu. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Oknum polisi penganiaya ART di Kota Bengkulu, Bripka Beni Adiansyah dan sang istri, Lediya Eka Restu akan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Penasehat hukum keduanya, Irvan Yudha Oktara mengatakan pihaknya melakukan kasasi atas putusan banding di Pengadilan Tinggi (PT) Bengkulu, yang menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu.

"Kita mengajukan banding pada tanggal 11 Januari 2023 kemarin. Sekarang kita sedang menyusun memori kasasinya," kata Irvan kepada TribunBengkulu.com, Minggu (15/1/2023).

Untuk isi kasasi sendiri, belum bisa disebutkan karena penasehat hukum masih menyusun memori kasasi. Namun, dipastikan 2 terdakwa, Bripka Beni dan isterinya mengajukan kasasi.

Dilain pihak, pada tanggal 4 Januari 2023, JPU dari Kejari Bengkulu juga mengajukan kasasi atas putusan PT Bengkulu ini.

Sebelumnya, PN Bengkulu menjatuhkan vonis penjara 4 tahun 7 bulan penjara untuk Bripka Beni, dan penjara 1 tahun 8 bulan untuk isterinya, Lediya Eka Restu.

Putusan ini dibacakan majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu, yang dipimpin ketua majelis hakim Fauzi Isra, Rabu (16/11/2022).

Bripka Beni dan istrinya dinilai terbukti melakukan tindakan kekerasan dalam rumah tangga yang menyebabkan luka berat sebagaimana pasal 44 ayat 2 UU KDRT yang tercantum dalam dakwaan primer JPU.

Bripka Beni dan istri menjadi terdakwa penganiayaan terhadap ART mereka, Yesi Apriliya. Akibat perbuatan para terdakwa tersebut, dari hasil pemeriksaan dokter, korban mendapatkan luka terbuka di bagian kepala dan wajah.

JPU Kejari Bengkulu kemudian melakukan banding ke PT Bengkulu. Hasilnya, PT Bengkulu memutuskan menguatkan putusan PN Bengkulu.

Baca juga: Menhub Budi Karya: Ini Langkah Presiden Jokowi untuk Kembangkan Pulau Enggano Bengkulu

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved