Akses Desa Tak Kunjung Dibangun, Warga Tanjung Raman Bengkulu Tengah Ancam Golput di Pemilu 2024

Akses jalan sepanjang tiga kilometer yang menuju Desa Tanjung Raman Kecamatan Taba Penanjung Bengkulu Tengah dalam kondisi rusak berat dan tak kunjung

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: M Arif Hidayat
Suryadi Jaya/Tribunbengkulu.com
Akses jalan sepanjang tiga kilometer yang menuju Desa Tanjung Raman Kecamatan Taba Penanjung Bengkulu Tengah dalam kondisi rusak berat dan tak kunjung dibangun. Warga mengancam akan golput di Pemilu 2024 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Akses jalan sepanjang tiga kilometer yang menuju Desa Tanjung Raman Kecamatan Taba Penanjung Bengkulu Tengah dalam kondisi rusak berat dan tak kunjung dibangun.

Tidak hanya jalan, dua jembatan penghubung pun salah satunya sudah tak lagi bisa dilewati sedangkan satu jembatan lagi dalam kondisi yang juga hampir rusak berat.

Lantaran, akses jalan tersebut tak kunjung dibangun, sejumlah warga Desa Tanjung Raman pun mengancam tidak akan memberikan hak suara pada pemilu 2024 mendatang.

Kepala Desa Tanjung Raman, Anggi Sembara mengakui, bahwa dirinya telah mendapatkan kabar terkait ancaman golput dari warganya tersebut.

"Ada sekitar 30 persen dari total jumlah warga saya yang melaporkan perihal tersebut, ya kita dari Pemerintah Desa tidak bisa berbuat apa-apa, karena hal itu kan hak mereka," ujar Anggi kepada TribunBengkulu.com, Senin (16/1/2023).

Menyikapi hal itu pun, Anggi mengaku akan terus memperjuangkan pembangunan jalan menuju ke Desa yang berpenduduk 600 orang itu.

"Ya kita akan terus berusaha, agar perbaikan jalan menuju Desa kita akan bisa dibangun pada tahun 2023 ini," katanya.

Ancaman warga tersebut terjadi lantaran, kurang diperhatikannya pembangunan, terutama akses jalan yang merupakan penentu pembangunan dan perekonomian warga Desa.

"Kita dulu berharap dengan mekarnya Kabupaten Bengkulu Tengah dari Bengkulu Utara bisa membuat pembangunan Desa semakin banyak, nyatanya hingga saat ini tidak ada, mungkin karena hal itu warga mengancam akan golput," ungkap Anggi. 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved