Kilas Balik Sejarah Kampung Cina atau Chinatown di Kota Bengkulu

Kampung Cina atau Chinatown juga merupakan tempat orang Tionghoa merantau dan menetap.

Editor: Hendrik Budiman
Vinna Yuliana Putri/TribunBengkulu.com
Gerbang Kampung Cina atau Chinatown yang berada di Kelurahan Malabro, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Sejarah Kampung Cina atau Pecinan atau yang lebih dikenal dengan Chinatown merupakan wilayah Kota di luar Tiongkok yang dimana semua penghuninya mayoritas berasal dari etnis Tionghoa.

Sejarah Kampung Cina atau Pecinan ini banyak terdapat di kota-kota besar dan negara lainnya.

Kampung Cina atau Chinatown juga merupakan tempat orang Tionghoa merantau dan menetap.

Untuk mengenai sejarah Kampung Cina atau Pecinan di Bengkulu tepatnya di Kota Bengkulu bisa dibaca pada artikel ini.

Baca juga: Kampung Cina Bengkulu, Sejarah dan Asal Usul Etnis Cina di Bumi Rafflesia

Tribunners barangkali masih ada yang belum tahu mengenai sejarah Kampung Cina atau Pecinan di Kota Bengkulu.

Sejarah Kampung Cina berada di Kelurahan Malabro, Kecamatan Teluk Segara di depan gerbang Benteng Marlborough adalah salah satu pusat pemerintahan Kolonial Inggris sekaligus gudang penyimpanan rempah membuat Kampung Cina atau Pecinan di Kota Bengkulu semakin strategis.

Dikutip dari laman kompas.com, Ho Liang (58) alias Iskandar pada zamannya, Kampung Cina atau Pecinan sudah menjadi pusat peniagaan Kota Bengkulu. Posisinya yang tidak jauh dari pelabuhan di Pantai Tapak Paderi membuat aktivtas warga berlangsung 24 jam tapa henti.

Aktivitas bongkar muat barang dan arus penumpang yang datang dan pergi dari pelabuhan menjadi pemandangan setiap hari.

Kawasan kampung Cina atau Pecinan, pelabuhan dan Benteng Marlborough juga ramai dengan aktivitas pedagang.

Berdiri gudang-gudang dengan pintu besar untuk menampung hasil bumi yang dikirim dari pelosok Bengkulu beberapa hasil bumi yang mendominasi perdagangan lintas pulau antara lain kopi, cengkeh, lada dan karet.

Ho Liang kembali mengingat bahwasanya ada sekitar 1o kapal ecil berkapasitas penumpang 20-30 orang yang melayani rute Padang-Bengkulu pun masih beroperasi.

”Saya ingat ada kapal besar bernama Kuan Maru yang berlayar dari Padang-Bengkulu-Jakarta. Saya biasa berenang hingga ke bawah kapal tongkang yang membawa penumpang dari kapal Kuan Maru ke pelabuhan,” jelasnya.

Berasal Dari Dua Daerah

Ternyata warga keturunan Tionghoa yang ada dan bermukim di Kampung Cina Kota Bengkulu mayoritas berasal dari keturunan Tionghoa yang sebelumnya berlabuh ke daerah Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan dan Muara Aman, Kabupaten Lebong.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved