Tol Bengkulu Lubuk Linggau

Pengguna Tol Bengkulu Turun Drastis Usai Berbayar, Manajemen Tol Klaim Pertanda Awal yang Baik

Branch Manager Tol Bengkulu - Taba Penanjung, Medya Gustian mengungkapkan penurunan jumlah kendaraan setelah diberlakukan tarif merupakan hal biasa.

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Hendrik Budiman
Hendrik Budiman/TribunBengkulu.com
Gerbang Tol Bengkulu-Taba Penanjung. Usai diberlakukan tarif untuk penggunaan Tol Bengkulu - Taba Penanjung pada Kamis (12/1/2023) lalu, pengendara yang melintas mengalami penurunan.  

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Usai diberlakukan tarif untuk penggunaan Tol Bengkulu - Taba Penanjung pada Kamis (12/1/2023) lalu, pengendara yang melintas mengalami penurunan. 


Jika saat masih gratis, kendaraan yang melintas di jalan tol dalam satu hari mencapai empat ribu kendaraan, namun setelah diberlakukan tarif hanya ada 1.600 kendaraan saja yang melintas. 


Branch Manager Tol Bengkulu - Taba Penanjung, Medya Gustian mengungkapkan penurunan jumlah kendaraan setelah diberlakukan tarif merupakan hal biasa terjadi. 


"Memang kita mengalami penurunan jumlah kendaraan yang melintas, tetapi bagi kami diawal ini cukup baik," ujar Medya, Senin (16/1/2023). 


Diketahui, dalam empat hari setelah bertarif ada sekitar 6.393 kendaraan yang melintas dengan tarif kendaraan golongan satu sebesar Rp 22.000 sekali melintas. 


"Semoga semakin lama, jumlah kendaraan yang melintas bisa naik kembali seperti waktu gratis dulu yang mencapai empat ribu kendaraan per hari," ungkapnya. 


Menurut Medya, saat ini pengguna jalan tol masih terpantau melintas dengan kecepatan lebih tinggi dari kecepatan maksimal yang telah ditentukan. 


"Kita selalu mengimbau agar pengguna jalan tol agar bijak dalam berkendara, patuhi semua rambu-rambu yang ada seperti batas kecepatan yaitu minimal 60 kilometer per jam dan maksimal 80 kilometer per jam," kata Medya. 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved