Kisah Mantan Karyawan PT BBP, Sempat Bingung dan Shock Usai di-PHK, Kini Mencoba Memulai Usaha

Aan Februarianta (36) salah satu eks karyawan PT BBP yang diberhentikan pada Sabtu (24/12/2022) lalu mengaku sempat bingung dan shock usai di-PHK.

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Yunike Karolina
Suryadi Jaya/TribunBengkulu.com
Aan Februarianta (36) salah satu eks karyawan PT BBP saat ditemui di salah satu warung di Bengkulu Tengah, Selasa (17/1/2023). Kini Aan mencoba peruntungan lain dengan berjualan yang modalnya didapat dari pesangon.  

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Sebanyak 201 karyawan PT Batanghari Bengkulu Pratama (BBP) Bengkulu Tengah yang di-PHK lantaran perusahaan bangkrut kini harus bersusah-payah menyambung hidup.

Aan Februarianta (36) salah satu eks karyawan PT BBP yang diberhentikan pada Sabtu (24/12/2022) lalu mengaku sempat bingung dan shock usai diberhentikan.

Kini, bermodalkan uang pesangon, Aan mencoba peruntungan dengan berdagang barang-barang keperluan warung menggunakan sepeda motor.

Diceritakan Aan, ia sempat kebingungan untuk mempergunakan uang pesangon sebanyak Rp 30 juta yang dirinya terima dari pihak perusahaan.

"Saya pikir, kalau uang ini saya diamkan saja dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari pasti habis saja, makanya sekarang saya mencoba berjualan keliling dari warung ke warung," ujar Aan kepada TribunBengkulu.com, Selasa (17/1/2023).

Pria dua anak ini pun memutuskan untuk menjadi distributor kecil-kecilan bermula saat dirinya melihat banyak rekan-rekan mantan karyawan itu membuka warung.

"Banyak teman-teman ini buka warung, jadi saya terpikir untuk mengisi barang-barang keperluan warung mereka, ini sudah jalan seminggu saya berjualan, pokoknya nikmati saja," kata Aan sembari tertawa.

Meski ada beberapa rekan-rekan yang mencemooh pekerjaan baru Aan, namun ia tak menggubris hal tersebut.

"Mau bagaimana lagi, cicilan bank harus dibayar, anak dua sekolah semua, kalau menunggu pekerjaan baru lagi juga tidak tentu kapan adanya, yang penting kita berusaha terus," ungkapnya.

Aan pun berterima kasih kepada pihak perusahaan, meski bangkrut tetap memberikan uang pesangon kepada para karyawan.

"Saya berterimakasih sekali, karena dengan uang pesangon inilah kami bisa menyambung hidup kami lagi. Kalau secara aturan, perusahaan yang bangkrut bisa mengecilkan uang pesangon, tetapi ini tetap dibayar full," beber Aan. 

Baca juga: Begini Transformasi Digital Perpusda Bengkulu Tengah, Mulai dari Aplikasi hingga Bioskop Mini

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved