Angka Kemiskinan Turun Ini Langkah Pemprov Bengkulu untuk Geser Predikat Termiskin Kedua se Sumatera

Mengacu pada rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, pada periode September 2022, jumlah penduduk miskin di Provinsi Bengkulu turun hingg

Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: M Arif Hidayat
Jiafni Rismawarni/TribunBengkulu.com
Asisten II Setda Pemprov Bengkulu, Fachriza Razie, menjelaskan memastikan program bantuan sosial tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak menerima salah satu cara menurunkan angka kemiskinan 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Mengacu pada rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, pada periode September 2022, jumlah penduduk miskin di Provinsi Bengkulu turun hingga 14,34 persen atau 292,93 ribu orang. Sehingga, angka kemiskinan di Provinsi Bengkulu mengalami penurunan, sebesar 0,28 persen dibandingkan kondisi Maret 2022.

Pada Maret 2022 lalu, angka kemiskinan di Bengkulu mencapai 297.230 orang atau 14,62 persen dari total jumlah penduduknya. Hal ini membuat Provinsi Bengkulu  berada di urutan kedua dengan persentase penduduk miskin terbanyak di Pulau Sumatera setelah Provinsi Aceh.

Menanggapi hal ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu terus bergerak melakukan upaya menekan angka kemiskinan ini. Asisten II Setda Pemprov Bengkulu, Fachriza Razie, menjelaskan salah satunya dengan memastikan program program bantuan sosial ini, tepat sasaran. Kepada masyarakat yang berhak menerima.

"Itu patut disambut gembira, artinya masyarakat Bengkulu ada peningkatan. Meskipun dari seluruh Sumatera kita masih nomor 2 setelah Aceh, yang penting kita tetap semangat, semua sektor di bawah kepemimpinan Gubernur untuk bergerak dan memastikan untuk setiap tahun itu turun, " kata Fachriza.

Apalagi, disinyalir salah satu faktor pendorong, penurunan angka kemiskinan ini adalah  penyaluran bantuan sosial (Bansos) oleh pemerintah daerah. Sehingga, hal ini berpengaruh banyak akan angka kemiskinan. Selain itu, kenaikan harga BBM subsidi di 4 September 2022 lalu juga tak berpengaruh banyak.

" Juga program program pemerintahan harus menyentuh dan mencapai masyarakat yang berhak menerima. Indikator nya seperti itu, BLT dan lainnya itu tepat sasaran, " ucap Fachriza.

Melihat sinyal baik ini, pihaknya tetap optimis akan peluang Provinsi Bengkulu untuk bisa terus meningkat perekonomian masyarakat. Sehingga dapat mensejahterakan masyarakat, disamping juga dapat keluar dari 3 besar Provinsi termiskin di Pulau Sumatera. Tentu, salah satu upaya adalah dengan memastikan bansos Pemda tepat sasaran.

"Data ulang setiap saat memang diupdate, karena jika sekian tahun tak di update kita khawatir jika sasaran tidak tepat, " tutup Fachriza. 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved