Stunting dan Kemiskinan di Bengkulu, Masih Jadi PR Besar Pemerintah Daerah

Memaksimalkan penurunan angka kemiskinan dan stunting masih jadi tugas besar bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu saat ini.

Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Yunike Karolina
Jiafni Rismawarni/TribunBengkulu.com
Suasana saat rapat persiapan ekspose tindak lanjut pada rapat koordinasi teknis kemiskinan dan stunting di Provinsi Bengkulu, Kamis sore (19/1/2023). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Memaksimalkan penurunan angka kemiskinan dan stunting masih jadi tugas besar bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu saat ini.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu Khairil Anwar mengatakan, pihaknya terus lakukan koordinasi untuk upaya penurunan dua bidang tersebut.

"Kita rapat tadi, untuk koordinasi teknis, upaya penurunan angka kemiskinan dan stunting di Provinsi Bengkulu. Ini merupakan tindaklanjut dari rapat koordinasi kepala daerah dan forkopimda provinsi kabupaten se Indonesia," kata Khairil, Kamis (19/1/2023).

Untuk tahun 2024 mendatang, Provinsi Bengkulu memiliki target penurunan stunting, hingga 12,55 persen.

Sementara itu, untuk angka kemiskinan sendiri, PR besar Provinsi Bengkulu adalah bisa mentas dari dua Provinsi termiskin di Pulau Sumatera.

"Alhamdulillah di Provinsi Bengkulu tahun ini, kita angka kemiskinan turun, dan angka penurunan nya tertinggi di Indonesia, tadi disampaikan oleh BPS, " jelasnya.

Pada rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, pada periode September 2022, angka kemiskinan di Provinsi Bengkulu mengalami penurunan, sebesar 0,28 persen dibandingkan kondisi Maret 2022.

"Ini merupakan pemicu semangat kita, kita bersyukur. Artinya upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah selama ini membuahkan hasil. Dibuktikan dengan kita tertinggi penurunan angka kemiskinan," papar Khairil.

Menurut BPS tadi, lanjutnya, penurunan angka kemiskinan itu bisa lebih tinggi lagi angka penurunannya. Bila tidak ada kenaikan BBM subsidi di September 2022 kemarin.

"Oleh karena itu, kita menyepakati untuk bisa lebih mendorong percepatan itu lagi. Karena kita mengahadapi dua tadi, kemiskinan dan stunting. Walaupun stunting kita masih dibawa rata-rata nasional angkanya," jelas Khairil. 

Baca juga: Beli BBM Harus Pakai MyPertamina Mulai 6 Februari 2023, Begini Respon Warga Bengkulu

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved