Terdakwa Korupsi Dana Sosialisasi Bawaslu Kaur Minta Dibebaskan, Begini Tanggapan JPU

Dua terdakwa di kasus korupsi dana sosialisasi Bawaslu Kaur, Repsun Devit dan Sony Aprianto meminta untuk dibebaskan dalam sidang pledoi.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Romi Juniandra/TribunBengkulu.com
JPU Kejari Kaur Ekke Widoto Khahar. JPU membantah semua pledoi terdakwa korupsi dana sosialisasi Bawaslu Kaur, Kamis (19/1/2023). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Dua terdakwa di kasus korupsi dana sosialisasi Bawaslu Kaur, Repsun Devit dan Sony Aprianto meminta untuk dibebaskan dalam sidang pledoi di pengadilan Tipikor PN Bengkulu, Kamis (19/1/2023).

Menanggapi pledoi ini, JPU Kejari Kaur, Ekke Widoto Khahar menegaskan pihaknya membantah semua pledoi yang disampaikan oleh terdakwa.

"Dan kami tetap memohon kepada ketua majelis untuk tetap memutus sesuai tuntutan," kata Ekke kepada TribunBengkulu.com.

Ekke juga sempat menyinggung terdakwa Sony Aprianto yang sudah menitipkan kerugian negara sebesar Rp 105 juta, namun kemudian meminta dibebaskan.

"Jadi, pada intinya dalam kasus ini, kami tetap pada tuntutan kami," ujar Ekke.

Diberitakan sebelumnya, sidang pembelaan atau pledoi terdakwa korupsi dana sosialisasi di Bawaslu Kaur Provinsi Bengkulu telah dilakukan di pengadilan Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu, Kamis (19/1/2023).

Eks Kepala Sekretariat Bawaslu Kaur Provinsi Bengkulu, Repsun Devit melalui penasehat hukumnya, Sopian Siregar membantah semua dakwaan dan tuntutan hakim.

Dalam pledoi, terdakwa dalam kasus ini hanya melakukan kesalahan maladministrasi. Hal ini terkait dengan tugas terdakwa Repsun Devit saat menjadi Kepala Sekretariat Bawaslu Kaur yang juga merangkap sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Begitu juga saat terdakwa Repsun Devit penandatanganan kwitansi pencairan dana sosialiasi seperti dakwaan JPU, disebutkan sebagai tindakan administrasi biasa, bukan tindakan untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain.

"Terdakwa hanya dijadikan alat untuk melempar kesalahan dari pihak-pihak yang semestinya bertanggungjawab," kata Sopian.

Karena dinilai tak terbukti melakukan tindakan korupsi, penasehat hukum meminta majelis hakim untuk membebaskan Repsun Devit.

Sementara, terdakwa eks Bendahara Bawaslu Kaur, Sony Aprianto melalui penasehat hukumnya, Dede Frastien juga menyampaikan pembelaan yang sama.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved