Menegangkan, Ibu Hamil di Bengkulu Terjang Arus Banjir Untuk ke Klinik Bidan saat Alami Kontraksi

Tidak hanya cerita tentang warga yang terjebak banjir, namun baru-baru ini peristiwa menegangkan dialami seorang ibu hamil di Bengkulu.

Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Yunike Karolina
Ho TribunBengkulu.com
Putri dan suaminya (kanan) dan supir ambulans Sungai Serut saat tiba di Klinik Bidan Nurjana di Kelurahan Surabaya usai menerjang arus banjir di Tanjung Agung Kota Bengkulu, Senin malam (23/1/2027). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Banjir di Bengkulu menyisakan sejumlah cerita yang menegangkan.

Tidak hanya cerita tentang warga yang terjebak banjir, namun baru-baru ini peristiwa menegangkan dialami seorang ibu hamil yang tengah menanti kelahiran sang buah hati.

Adalah Putri, Warga RT. 2 RW. 1 Kelurahan Tanjung Agung Kecamatan Sungai Serut Kota Bengkulu. Di tengah musibah banjir, dia mengalami kontraksi (tanda-tanda akan melahirkan, red).

Sekitar pukul 23.00 WIB Senin malam (23/1/2023) Putri mengalami kontraksi, namun dikarenakan kondisi banjir masih menyelimuti Tanjung Agung, keluarganya pun kesulitan untuk dibawa ke klinik.

Derasnya arus banjir di sepanjang jalan antara Tanjung Agung-Tanjung Jaya membuat Putri dievakuasi dengan menggunakan kursi roda oleh suaminya dan dibantu warga.

Hal ini dikarenakan ambulans, yakni ambulans Sungai Serut tidak bisa masuk ke Tanjung Agung. Dan hanya batas di simpang jalan tanggul Tanjung Jaya-Bentiring.

"Tadi malam jam 11 saya ditelepon warga, disuruh antar pasien yang mau lahiran. Karena jalan harus mutar ke Danau Dendam jadi jam 23.22 WIB kami sampai di tempat ibu Putri, dan langsung kami antar ke klinik," ungkap Rully Saputra, sopir ambulans Sungai Serut, yang mengantarkan Putri ke klinik di tengah situasi banjir malam tadi.

Ia menceritakan kondisi banjir ini, membuat akses jalan tersendat. Sehingga ambulans yang ia bawa tidak bisa masuk ke Kelurahan Tanjung Agung.

"Alhamdulillah, dengan bantuan warga ibu Putri bisa sampai di ambulans," ceritanya.

Rusdi, warga Tanjung Jaya Kota Bengkulu yang pada Senin malam (23/1/2023), turut membantu mengevakuasi Ibu Putri, untuk sampai ke ambulans yang jaraknya cukup jauh sekitar di depan jalan tanggul Tanjung Jaya-Bentiring.

"Malam tadi kan deras nian arusnya, jadi kami bantu evakuasi ibu hamil itu. Katanya kan mau lahiran, jadi kami gotong royong bopong dan pakai kursi roda angkatnya ke ambulans," jelas Rusdi.

Setelah perjuangan yang menegangkan itu, akhirnya Putri sampai ke mobil ambulans. Kemudian, menuju ke Klinik Bidan Nurjana, yang berada di Kelurahan Surabaya.

"Iya malam tadi ada ibu Putri, belum melahirkan ya itu baru bukaan satu. Jadi ibunya jam 6 pagi tadi dibawa pulang ke Kampung Bali rumah saudaranya," kata asisten Bidan Nurjana.

Untuk diketahui, berdasarkan data BPBD Kota Bengkulu per 23 Januari 2023 tercatat di Kota Bengkulu ada 2.242 KK terdampak. 956 KK diantaranya terpaksa mengungsi.

Sementara ini ada 3 kecamatan yang terdampak banjir. Meliputi, Kecamatan Sungai Serut yakni di Kelurahan Tanjung Agung, Kelurahan Tanjung Jaya, Kelurahan Sukamerindu, Kelurahan Semarang, Kelurahan Surabaya, Kelurahan Kampung Klawi, Kelurahan Pasar Bengkulu.

Lalu, di Kecamatan Ratu Agung meliputi Kelurahan Sawah Lebar, Kelurahan Sawah Lebar Baru.

Kecamatan Muara Bangkahulu meliputi Kelurahan Bentiring, Kelurahan Bentiring Permai, Kelurahan Rawa Makmur, Kelurahan Rawa Makmur Permai.

Baca juga: BPBD: 905 Rumah Warga Terdampak, Berikut Sebaran Wilayah Terendam Banjir di Bengkulu

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved