Kontrak Proyek Fisik Rumah Sakit Pratama Mukomuko Diperkirakan Hanya 6 Bulan

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko menyebut kontrak proyek fisik Rumah Sakit Pratama, di Desa Air Buluh, Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko d

Editor: M Arif Hidayat
S Agri/TribunBengkulu.com
Kabid P2P Dinkes Mukomuko, Jajad Sudrajat menyebutkan, kontrak proyek fisik Rumah Sakit Pratama, di Desa Air Buluh, Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko diperkirakan hanya 6 bulan. Juli sampai Desember 2023. 

Laporan reporter tribunbengkulu.com, S. Agri M

 

TERIBUNBENGKULU, MUKOMUKO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko menyebut kontrak proyek fisik Rumah Sakit Pratama, di Desa Air Buluh, Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko diperkirakan hanya 6 bulan, yakni dari Juli sampai Desember 2023.

Kontrak proyek fisik tidak bisa dimulai cepat lantaran masih harus menuntaskan lelang perencanaan dan lelang pekerjaan fisik.

Tiga tahapan itu bisa memakan waktu hingga 5 bulan. Hal ini diakui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Mukomuko, Jajad Sudrajat dalam wawancara hari Rabu (25/1/2023).

Ia mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan persiapan tender perencanaan Rumah Sakit Pratama. Ditargetkan awal Februari sudah tender.

Proses lelang perencanaan ini nanti sekitar 45 hari. Artinya, pertengahan Maret, kalau proses tender berjalan lancar, baru bisa dilakukan kontrak dengan perusahaan konsultan perencanaan.

Kemudian, waktu kontrak perencanaan nanti selama 2 bulan. Jika dihitung dari Petengahan Maret, maka Pertengahan Bulan Mei 2023 perencanaan sudah tuntas.

Dilanjutkan lagi, proses tender kegiatan fisik yang juga membutuhkan waktu lebih kurang satu bulan. Jika tender berjalan lancar, pertengahan Juni sudah dapat dilakukan kontrak dengan rekanan.

"Makanya, kami estimasi, waktu efektif pengerjaan fisik Rumah Sakit Pratama ini enam bulan. Mulai awal Juli sampai akhir Desember 2023," ujar Jajad.

Kendati demikian, 6 bulan waktu pengerjaan fisik proyek rumah sakit tersebut masih cukup. Dan pembangunan Rumah Sakit Pratama di Ipuh itu bisa tuntas. Tentunya, pihak penyedia atau rekanan harus kerja ekstra.

"Makanya kami berharap dukungan semua. Dan proyek ini tidak banyak menuai kendala. Rumah Sakit itu sudah lama dinanti masyarakat kita di wilayah sana (Ipuh sekitarnya). Dengan dukungan semua, waktu 6 bulan itu, cukup," sampai Jajad.

Untuk diketahui, pekerjaan fisik pembangunan Rumah Sakit Pratama meliputi gedung utama yang akan digunakan ruang administrasi dan poliklinik, jenis bangunan dua lantai. Kemudian gedung rawat inap kapasitas 30 tempat tidur, serta gedung pendukung yakni ruang gizi dan londry.

Pagu anggaran pembangunan gedung dan prasarana Rumah Sakit di wilayah Dapil 3 Mukomuko itu mencapai Rp 42,8 miliar. Belum lagi ditambah pengadaan alat kesehatan (Alkes) mencapai Rp 17 miliar.

"Proyek Rumah Sakit Pratama ini termasuk proyek Pemkab Mukomuko yang paling besar di tahun 2023. Rumah sakit ini juga sudah sangat dinanti masyarakat Ipuh dan sekitanya. Makanya kami tidak ingin ada kendala pada proyek ini. Untuk kelancaran, kami butuh pendampingan Kejaksaan. Mudah-mudahan tak lama lagi kita MoU dengan Kejari Mukomuko," demikian Jajad. 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved