Marak Pengendara Sepeda Motor di Mukomuko Lepas Plat Kendaraan Untuk Hindari Tilang Elektronik

Sasaran utama Polantas Mukomuko yakni kendaraan yang tidak memasang plat nomor polisi kendaraan, serta pelanggaran lalu lintas yang kasat mata seperti

Editor: Hendrik Budiman
S. Agri M/TribunBengkulu.com
Anggota Satlantas Polres Mukomuko saat menunjukan sepeda motor baru yang terjaring razia tanpa plat kendaraan, pada Rabu (25/1/2023). 

Laporan Reporter tribunbengkulu.com, S. Agri M.

TRIBUNBENGKULU, MUKOMUKO - Jajaran Satlantas Polres Mukomuko kembali menggelar razia keliling di wilayah Kota Mukomuko, terutama di jalan protokol, pada Rabu siang (25/1/2023).

Sasaran utama Polantas Mukomuko yakni kendaraan yang tidak memasang plat nomor polisi kendaraan, serta pelanggaran lalu lintas yang kasat mata seperti, pengendara yang tidak mengenakan helm.

Hasilnya, belasan kendaraan sepeda motor berhasil ditilang. Baik itu melanggar peraturan lalu lintas tidak mengenakan helm maupun sepeda motor tidak dilengkapi plat nomor polisi.

Kasat Lantas Polres Mukomuko, Fery Oktaviani Pratama, S.Ik., MH mengatakan, dari pantauan mereka, saat ini banyak kendaraan, terutama sepeda motor tidak dilengkapi plat nomor polisi dan tak terkecuali motor baru yang masih mengkilap.

Baca juga: Bangun Rumah Sakit Rp 42,8 Miliar di Ipuh, Dinkes Mukomuko Bengkulu Gandeng Jaksa

Pihak Polantas menduga, ada unsur kesengajaan plat nomor polisi kendaraan itu dilepas untuk menghindari e-Tilang atau tilang elektronik.

"Kami mengindikasikan, plat nomor polisi kendaraan sengaja dilepas. Tujuannya untuk menghindari e-Tilang. Sebab itulah, siang ini kami lakukan razia keliling. Beberapa anggota keliling mengunakan sepeda motor. Kendaraan tanpa plat dan pelanggar nampak kasat mata kami hentikan, dibawa ke Pos Satlantas di Simpang Empat Pemkab," kata Fery.

"Penerapan e-Tilang ini, identitas pemilik kendaraan akan diketahui dari nomor polisi. Setelah tahu identitas pemilik kendaraan baru proses tilang berlanjut. Sepertinya ini sudah disadari oknum warga, sehingga sengaja melepas plat nomor polisi kendaraan mereka untuk menghindari tilang elektronik ini," sambung Kasat.

Menurutnya, meski pengendara dirazia dan distop secara manual, namun proses penegakan hukum atas pelanggaran masih tetap menerapkan sistem e-Tilang.

Petugas, lanjut Fery meminta nomor polisi kendaraan atau pelanggar lalu lintas diminta untuk menunjukan STNK kendaraan.

"Kita minta STNK atau nomor polisi kendaraan. Kan tahu identitas pemilik kendaraan. Baru kita lakukan e-Tilang. Kalau pelanggar sudah menyetor jaminan sanksi via bank. Kendaraan baru kita serahkan," beber Kasat.

Ditambahkannya, razia keliling ini tidak hanya akan dilakukan di wilayah Kota Mukomuko. Tapi juga akan menyasar ke wilayah di kecamatan lain.

Sebab, pihaknya curiga, modus menghindari e-Tilang ini tidak hanya dilakukan oknum di sekitar kota, tapi juga di wilayah yang jauh dari pusat kota.

Baca juga: Polisi Sebut Putus Cinta Jadi Motif Pemuda di Rejang Lebong Bengkulu Nekat Akhiri Hidup

"Ya, tidak cuma sekali dan hari ini saja. Razia keliling menilang pelanggaran lalu lintas, dan kendaraan tanpa plat nomor polisi, akan kita gelar di wilayah kecamatan lain," ujar Fery.

Ia mengingatkan, tidak perlu mengakal-akali petugas untuk menghindari sanksi pelanggaran peraturan berlalulintas. Adanya peraturan ketertiban berlalulintas itu untuk kebaikan pengendara itu sendiri.

"Cara terbaik menghindari menghindari sanksi tilang itu dengan patuhi peraturan berlalulintas. Lengkapi alat keselamatan, syarat menyurat kendaraan, patuh rambu-rambu. Itu cara yang benar. Bukan dengan melepas plat nomor kendaraan," imbau Kasat.

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved