Antrean Truk Batu Bara di Bengkulu

Warga Bengkulu Keluhkan Antrean Panjang Truk Batu Bara, Pelindo Ungkap Ini Penyebabnya

Pelindo Regional 2 Bengkulu angkat bicara, terkait antrian truk panjang pengangkut batubara di Pulau Baai, dikeluhkan oleh warga Teluk Sepang.

Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Hendrik Budiman
Ho
Tampak antrean truk batu bara di pelabuhan Pulau Baai Bengkulu, Rabu (25/1/2023). Pelindo Regional 2 Bengkulu angkat bicara, terkait antrian truk panjang pengangkut batubara di Pulau Baai yang dikeluhkan oleh warga Teluk Sepang. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Antrean truk pengangkut batu bara di Pelabuhan Pulau Baai, dikeluhkan oleh warga Kelurahan Teluk Sepang, Kota Bengkulu.

Antrean truk batu bara tersebut diduga disebabkan pada timbangan PLTU Teluk Sepang yang sedang bermasalah.

Antrean truk batubara ini, terjadi menuju area stockpile di Pelabuhan Pulau Baai, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Bengkulu.

Bahkan, antrean truk Batu bara diperkirakan mencapai sekitar 13 km, sehingga menghalangi akses mobilisasi warga.

Baca juga: Update Banjir Bengkulu, BPBD: 50 Ha Sawah Terendam, 3.170 KK Terdampak Banjir

Menyikapi hal itu, Pelindo Regional 2 Bengkulu angkat bicara.

Lakhar General Manager PT Pelindo Regional 2 Bengkulu, Aria Rovino menjelaskan, pihaknya bersama pihaknya terkait sudah melakukan rapat akan permasalahan panjangnya antrean truk batubara ini. 

"Kepadatan terjadi akibat adanya lonjakan trafik truk batubara dari site tambang menuju area stockpile Pulau Baai, " kata Aria Rovino dalam keterangan resminya, Rabu (25/1/2023).

Ia menjelaskan, ada beberapa faktor yang menyebabkan antrian truk angkutan batu bara terjadi.

Pertama adanya kerusakan di jembatan timbang, pada salah satu stockpile tenan batu bara.

Kedua, meskipun jembatan timbang rusak namun truk batu bara terus berdatangan dari 3 site tambang batu bara menuju ke area stockpile Pelabuhan Pulau Baai. 

Ketiga, juga terdapat dikarenakan adanya open hauling (proses pengangkutan batubara) yang cukup besar dari salah satu tenan batu bara.

Baca juga: Tiga Mantan Unsur Pimpinan DPRD Tersangka Kasus Korupsi BBM di Seluma Dilimpahkan ke Kejaksaan

Sehingga pihak stockpile yang ada di area pelabuhan cukup kewalahan dalam menangani lonjakan trafik truk yang signifikan.

Untuk mengatasi kepadatan antrian truk tersebut PT Pelindo Reg 2 Bengkulu bersama KSOP Kelas III Pulau Baai sebagai regulator, dan tenan terkait berencana akan menyiapkan kantong parkir sementara di area ASDP dan TPI Pulau Baai.

" Kantong parkir sementara ini diharapkan dapat mengurai antrean yang terjadi di sepanjang jalan raya pelabuhan menuju area stockpile, " jelasnya. 

Ia memastikan pihak Pelindo bersama KSOP dan tenant terkait melakukan berbagai upaya untuk mengurai antrian truk menuju stockpile pelabuhan, salah satunya disepakati dengan membuat kantong parkir di area ASDP dan TPI Pulau Baai. 

"Diharapkan dengan upaya ini dapat segera mengurai antrian truk menuju stockpile batubara di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu.” tukasnya. 

Untuk diketahui, sebelumnya Pelindo Regional 2 Bengkulu, telah dilaksanakan pembahasan pengaturan kendaraan/truk pengangkut batu bara akibat kepadatan dan antrean yang terjadi menuju area stockpile di Pelabuhan Pulau Baai.

Dalam rapat pembahasan tersebut juga di hadiri perwakilan dari PT Kaltim Global, PT Indonesia Riau Sri Avantika, PT Inti Bara Perdana, PT Bara Adhipratama, dan PT Putra Maga Nanditama sebagai tenant di area stockpile.

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved