1.545 Warga Bengkulu Selatan Dilakukan Skrining HIV/AIDS, 7 Orang Dinyatakan Positif
Sepanjang tahun 2022 lalu, setidaknya ada sebanyak 1.545 warga di Kabupaten Bengkulu Selatan yang dilakukan skrining atau tes kesehatan.
Penulis: Ahmad Sendy Kurniawan Putra | Editor: M Arif Hidayat
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Sepanjang tahun 2022 lalu, setidaknya ada sebanyak 1.545 warga di Kabupaten Bengkulu Selatan yang dilakukan skrining atau tes kesehatan.
Skrining tersebut tidak lain untuk mendeteksi adanya penyebaran penyakit menular dan mematikan yakni Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV/AIDS).
Hasilnya, dari ribuan masyarakat yang dilakukan skrining, setidaknya ada tujuh masyarakat Bengkulu Selatan yang dinyatakan positif mengidap HIV/AIDS.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Budi Syaputra, M.Kes mengakui, bahwasanya memang ada tujuh masyarakat Bengkulu Selatan yang positif HIV/AIDS pada tahun lalu.
Namun, Budi mengklaim bahwa ketujuh warga yang positif tersebut telah dilakukan penanganan khusus oleh pihak Dinkes BS. Bahkan, Budi mengaku bukan hanya tujuh orang yang dinyatakan positif saja yang dilakukan penanganan.
Tetapi, penanganan juga dilakukan terhadap keluarga, sanak saudara dan seluruh tetangga korban.
"Alhamdulillah, dari hasil pengecekan, baik dari keluarga terdekat, sanak saudara dan tetangga korban penderita HIV, tidak ada lagi indikasi kasus baru," kata Budi.
Ditambahkan Budi, dari 1.545 orang masyarakat yang dilakukan skrining kesehatan tersebut tidak dilakukan di sembarangan tempat. Pemeriksaan kesehatan khusus HIV/AIDS hanya dilakukan di tempat-tempat khusus.
Seperti, rumah tahanan (Rutan), tempat hiburan malam, remaja sekolah dan lokasi warga yang positif.
Bahkan, untuk memastikan penyakit tersebut tidak ada penambahan kasus baru lagu, tahu 2023 ini, Dinkes bersama pihak terkait akan kembali menggalakan pencegahan penyakit menular melalui pengecekan rutin.
"Tentunya sosialisasi dan pembinaan terhadap warga penting dilakukan sehingga, ke depan BS terbebas dari penyakit menular," ungkap Kabid.
Perlu diketahui, berdasarkan hasil survei yang dilakukan pihak Dinkes Bengkulu Selatan. Selama salah satu tahun penyebab utama maraknya penyakit menular HIV/AIDS di Kabupaten Bengkulu Selatan lantaran faktor hubungan terlarang sesam jenis atau homoseks.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Skrining.jpg)