Pemira Presma Unib Ricuh
Ricuh Pemilihan Presma Unib, Paslon Nomor Urut 2 Surati KPU Minta Kejelasan Pascarusuh
Belum ada keterangan dari KPU, apakah akan ada pencoblosan ulang di 4 fakultas ini, atau akan menetapkan hasil pemira berdasarkan 4 fakultas.
Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Pascakericuhan saat Pemilihan Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Bengkulu (Unib) pada Kamis 16 Februari 2023, pasangan calon (paslon) nomor urut 2, Lanai Damkuba mengatakan tidak ada lagi keterangan apapun dari KPU KBM Unib.
Termasuk, soal surat suara dari 4 fakultas, yakni FKIP, Teknik, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, serta FMIPA yang diambil oleh perusuh saat kericuhan.
Belum ada keterangan dari KPU, apakah akan ada pencoblosan ulang di 4 fakultas ini, atau akan menetapkan hasil pemira berdasarkan 4 fakultas yang sebelumnya telah dihitung.
"KPU tidak memberikan keterangan apapun, segala bentuk tindakan yang dilakukan pascakerusuhan tidak dikoordinasikan dengan paslon," kata Lanai kepada TribunBengkulu.com, Selasa (21/2/2023).
Lanai sendiri mengatakan pihaknya akan menyurati KPU KBM Unib, dan meminta forum terbuka untuk menyelesaikan masalah ini.
Baru 4 Fakultas yang Dihitung
Kericuhan ini terjadi di tengah proses penghitungan surat suara dari 4 fakultas, yaitu Fakultas Pertanian, Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).
Namun, kemudian terjadi kericuhan saat massa berjumlah 100 orang masuk ke gedung tempat penghitungan.
Dalam kericuhan, surat suara dari 4 fakultas, FKIP, Teknik, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, serta FMIPA berhasil diambil perusuh.
Paslon 2 Bakal Lapor Polisi
Capres paslon nomor urut 2, Lanai Damkuba merasa pihaknya dirugikan oleh kronologis kejadian yang dirilis oleh paslon nomor urut 1.
Dalam rilis itu, paslon nomor urut 1 dinilai menyudutkan pihaknya sebagai pihak yang bertanggungjawab terjadinya kericuhan.
"Menuduhkan massa tersebut adalah massa pendukung dari paslon 2. Ini kan belum terbukti kebenarannya. Kami merasa dirugikan," kata Lanai kepada TribunBengkulu.com, Senin (20/2/2023).
Karena merasa nama baik pihaknya dicemarkan, paslon nomor urut 2 akan melaporkan hal ini ke pihak kepolisian.
"Laporannya pencemaran nama baik," kata Lanai.
Paslon nomor urut 2 juga menegaskan tidak mengetahui pihak-pihak yang menyebabkan kericuhan ini. Dalam kericuhan, baik saksi atau tim paslon nomor urut 2 tidak terlibat.
"Di luar dari itu, bukan tanggungjawab paslon," tambahnya.
Selain pencemaran nama baik, paslon nomor urut 2 juga merasa dirugikan dari penghitungan surat suara.
Saat perhitungan surat suara, baru 4 4 fakultas yang telah dihitung, yakni Fakultas Pertanian, FISIP, Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Hukum.
Sementara, 4 fakultas lain, yakni FKIP, Teknik, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, serta FMIPA belum dihitung, dan surat suara dirusak serta dilarikan saat kericuhan.
3 fakultas, yakni FKIP, Teknik, dan Kedokteran disebut merupakan basis pendukung dari paslon nomor urut 2, dan telah menyatakan dukungan penuh terhadap paslon nomor urut 2.
"Jadi, sebenarnya kami dirugikan dengan insiden itu. Kami sangat mengecam kericuhan ini, apalagi pengambilan kotak suara. Apalagi pengambilan kotak suara pendukung kami," ungkap Lanai.
Baca juga: Pemilihan Presma Unib Ricuh, Massa Lempar Petasan hingga Rebut Kotak Suara
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Kericuhan-Pemira-Presma-Unib.jpg)