Pemda Kepahiang Terima DAK Rp 2,7 Miliar Untuk Penangan Stunting
DPPKBP3A Kabupaten Kepahiang menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp 2,7 Miliar dari BKKN untuk penanganan stunting di Kepahiang.
Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: Hendrik Budiman
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Pemerintah Kabupaten Kepahiang menerima DAK (Dana Alokasi Khusus) sebesar Rp 2,7 Miliar untuk penangan stunting meski anggaran penangan stunting Kepahiang nol dalam APBD tahun 2023.
Dana Alokasi Khusus yang diterima oleh pihak pemerintah kabupaten Kepahiang dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKN) tahun 2023.
"Dari skema yang sudah ditetapkan, untuk penggunaan dana DAK ini sifatnya non fisik, jadi dana yang digunakan untuk kegiatan pencegahan dan penanganan stunting," ungkap Kepala DPPKBP3A Linda Rospita, pada Selasa (28/2/2023).
Menurutnya, dana itu digunakan untuk tim pendamping keluarga, audit stunting, operasional untuk kader yang ada di desa-desa ataupun kelurahan.
Baca juga: BKPSDM Bengkulu Tengah Launching Aplikasi SIAP Pegawai dan Gelar Rakor Kepegawaian Semester I
Kemudian pihaknya juga mengutamakan dapur sehat untuk dimaksimalkan di desa ataupun kelurahan dalam rangka penyediaan makanan protein hewani.
"Tugas kami juga untuk memaksimalkan kinerja tim pendamping keluarga (TPK) yang ada di desa dan kelurahan, dimana nanti tugasnya mendampingi calon pengantin, ibu hamil dan balita," tuturnya.
Pihaknya juga nanti akan melibatkan pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang, untuk penyediaan dapur sehat dan pemerintah Desa terkait, serta akan ada ahli gizi untuk nanti memastikan setiap pemberian makanan bergizi pada anak.
Dalam penanganan stunting ini, pihaknya juga meminta dukungan dari pemerintah Desa dalam penanganan stunting.
"Kami meminta juga pemerintah desa dalam penggunaan DD untuk mengatasi stunting, pemimpin di desa dapat menggunakan dana tersebut untuk mencukupi asupan gizi anak," jelasnya.
Baca juga: Sempat Ditertibkan, PKL Pasar Panorama Kota Bengkulu Kembali Berjualan di Jalan Manggis
Tim pendamping keluarga (TPK) nanti akan membantu pihak pemerintah Desa dalam merinci berapa jumlah anak beresiko stunting, skema program bapak asuh, kemudiaan dapur sehat atasi stunting.
Sehingga memang anggaran yang tersedia juga digunakan untuk kegiatan-kegiatan penanganan stunting.
Dengan adanya DAK dari BKKN ini, pihaknya berharap penanganan stunting di Kabupaten Kepahiang dapat ditekan secara maksimal.
Agar capaian penekanan stunting di Kepahiang juga bisa tercapai sesuai dengan yang sudah ditetapkan melalui SSGI.
"Tentu harapan kita dengan melalui program ini, angka stunting di Kepahiang bisa ditekan secara maksimal sesuai dengan target yang sudah ditetapkan," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Kepala-DPPKBP3A-Kabupaten-Kepahiang-Linda-Rospita.jpg)