Sabtu, 2 Mei 2026

Religi

Ciri-ciri Haji Mabrur Menurut Rasulullah, Lengkap Bacaan Doa Agar Menjadi Haji Mabrur

Haji yang mabrur, menurut bahasa, merujuk kepada haji yang baik atau diterima oleh Allah SWT. Namun, dalam istilah syar'i, haji mabrur memiliki makna

Tayang:
Penulis: M Arif Hidayat | Editor: M Arif Hidayat
TribunBengkulu.com
Rasulullah SAW juga memberikan petunjuk mengenai tanda-tanda atau ciri-ciri yang dimiliki oleh individu yang mendapatkan predikat mabrur atas hajinya. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Haji yang mabrur, menurut bahasa, merujuk kepada haji yang baik atau diterima oleh Allah SWT. Namun, dalam istilah syar'i, haji mabrur memiliki makna yang lebih spesifik.

Haji mabrur merujuk kepada haji yang dilaksanakan dengan mematuhi petunjuk Allah dan Rasul-Nya, memperhatikan syarat-syarat, rukun-rukun, dan kewajiban-kewajiban yang ditentukan, serta menghindari perbuatan-perbuatan yang diharamkan (muharramat).

Pelaksanaan haji mabrur harus dilakukan dengan konsentrasi dan penghayatan yang sepenuhnya, semata-mata didorong oleh iman dan keinginan untuk mendapatkan ridha Allah SWT.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, Rasulullah SAW memberikan penjelasan mengenai pahala atau balasan yang diterima oleh jamaah haji yang mendapatkan predikat mabrur.

الْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ

Artinya, “Tidak ada balasan (yang pantas diberikan) bagi haji mabrur kecuali surga,” (HR Bukhari).

Memang, predikat mabrur adalah hak prerogatif Allah SWT untuk diberikan kepada hamba-Nya yang dikehendaki-Nya. Namun, terdapat ciri-ciri khusus yang dimiliki oleh seseorang yang dapat meraih haji mabrur.

Rasulullah SAW juga memberikan petunjuk mengenai tanda-tanda atau ciri-ciri yang dimiliki oleh individu yang mendapatkan predikat mabrur atas hajinya.

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya.

قالوا: يَا رَسُولَ اللهِ، مَا الْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ؟ قال: "إِطْعَامُ الطَّعَامِ، وَإِفْشَاءُ السَّلَامِ

Artinya, “Para sahabat berkata, ‘Wahai Rasulullah, apa itu haji mabrur?’ Rasulullah menjawab, ‘Memberikan makanan dan menebarkan kedamaian.’”

Meskipun hadits ini telah dinyatakan munkar syibhul maudhu’ oleh Abu Hatim dalam kitab Ilal ibn Hatim, namun terdapat riwayat lain yang dianggap marfu’ dan memiliki banyak syawahid.

Bahkan, hadits ini telah divonis sebagai Shahihul Isnad oleh Al-Hakim dalam kitab Mustadrak-nya, meskipun Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya.

Baca juga: Apa yang Dimaksud dengan Haji Mabrur, Pengertian dan Ciri-cirinya Menurut Rasulullah SAW

Baca juga: Ucapan untuk Orang yang Berangkat Haji Mabrur, Ekspresikan Kebahagiaan Penuh Sarat Doa dan Harapan

Sebagaimana dikutip Imam Badrudin Al-Aini dalam Umdatul Qari-nya.

سئل النبي ما بر الحج قال إطعام الطعام وطيب الكلام وقال صحيح الإسناد ولم يخرجاه

Artinya, “Rasulullah SAW ditanya tentang haji mabrur. Rasulullah kemudian berkata, ‘Memberikan makanan dan santun dalam berkata.’ Al-Hakim berkata bahwa hadits ini sahih sanadnya tetapi tidak diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.”

Dari dua hadits di atas, terdapat tiga tanda utama yang menunjukkan keberhasilan seseorang dalam meraih predikat haji yang mabrur.

Pertama, tanda pertama adalah keberhasilan dalam menjaga tutur kata yang baik (thayyibul kalam). Hal ini menunjukkan bahwa seorang haji mabrur adalah seseorang yang berbicara dengan sopan dan tidak melibatkan diri dalam percakapan yang buruk atau menyakitkan.

Kedua, tanda kedua adalah upaya untuk menyebarkan kedamaian (ifsya'us salam). Seorang haji mabrur akan berusaha untuk menciptakan lingkungan yang penuh dengan kedamaian, perdamaian, dan toleransi di antara sesama manusia.

Ketiga, tanda ketiga adalah memiliki kepedulian sosial yang nyata, seperti memberi makan kepada orang yang lapar (ith'amut tha'am). Seorang haji mabrur akan melihat dan merespons kebutuhan orang lain di sekitarnya, terutama mereka yang membutuhkan, dengan memberikan makanan dan bantuan.

Baca juga: Hajjan Mabruran Adalah Haji yang Diterima Baik oleh Allah SWT, Lengkap Bacaan Doa Haji Mabrur

Dari tiga ciri ini, dapat disimpulkan bahwa predikat mabrur yang diperoleh oleh seorang yang menunaikan ibadah haji tidak hanya memberikan dampak pada kehidupan individu tersebut, tetapi juga memiliki dampak yang signifikan pada aspek sosial di lingkungan tempat haji tersebut berasal. Wallahu a'lam (Allah lebih mengetahui).

Bacaan Doa Haji Mabrur

Berikut ini adalah doa haji mabrur dalam tulisan Arab-Latin dan terjemahannya:

اللهم اجْعَلْ حَجَّنَا حَجًّا مَبْرُوْرًا، وَعُمْرَةَنَا عُمْرَةً مَبْرُوْرًا، وَسَعْيَنَا سَعْيًا مَشْكُوْرًا، وَذَنْبَنَا ذَنْبًا مَغْفُوْرًا، وَعَمَلَنَا عَمَلًا صَالِحًا مَقْبُوْلًا، وَتِجَارَةَنَا تِجَارَةً لَنْ تَبُوْرَ، يَا عَالِمَ مَا فِى الصُّدُوْرِ أَخْرِجْنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوْرِ.

Arab Latin: "Allahummaj'al hajjana hajjan mabruura, wa 'umratan 'umratan mabruura wasa'yanaa sa'yan masykuuraa wa dzanban dzanban maghfuura wa 'amalanaa 'amalan shaalihan maqbuulaa wa tijaaratan lan tabuura yaa 'aalima maa fish shudur akhrijnaa minadh dhulumaati ilan nuur."

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah haji kami haji yang mabrur (baik dan diterima), umrah kami umrah yang mabrur, sa'i kami sa'i yang disyukuri, dosa kami dosa yang diampuni, amal kami amal shaleh yang diterima dan perdagangan kami perdagangan yang tidak merugi, wahai Dzat Yang Maha Mengetahui apa yang ada dalam dada, keluarkanlah kami dari kedzaliman menuju cahaya (keimanan)."

Doa ini mengandung doa permohonan kepada Allah SWT agar menerima haji yang dilaksanakan dengan sepenuh hati, ikhlas, dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Selain itu, doa ini juga merupakan bentuk ungkapan syukur atas kesempatan dapat melaksanakan ibadah haji.

Haji yang mabrur adalah haji yang diterima oleh Allah SWT. Haji yang mabrur akan membawa banyak keberkahan dan ampunan dari-Nya.

Oleh karena itu, setiap muslim yang melaksanakan haji hendaknya senantiasa memperbanyak doa dan memohon agar hajinya diterima sebagai haji yang mabrur.

Selain membaca doa ini, penting juga bagi para jamaah haji untuk tetap melaksanakan semua tindakan dan amalan haji dengan sungguh-sungguh serta menjaga sikap dan perilaku selama berada di tanah suci.

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved