Sabtu, 25 April 2026

Perbedaan Threads dan Twitter, Aplikasi yang Baru Diluncurkan Instagram Buatan Pendiri Facebook

Threads, aplikasi baru yang diluncurkan sebagai pesaing Twitter oleh Meta, memiliki sejumlah perbedaan dengan aplikasi milik Elon Musk tersebut.

Penulis: M Arif Hidayat | Editor: M Arif Hidayat
Ho TribunBengkulu.com
Perbedaan Threads dan Twitter, Aplikasi yang Baru Diluncurkan Instagram Buatan Pendiri Facebook 

TRIBUNBENGKULU.COM - Instagram baru saja merilis Threads, sebuah aplikasi media sosial baru dengan fitur yang mirip dengan Twitter.

Threads adalah platform berbasis teks di mana pengguna dapat berbagi postingan dalam bentuk teks, kalimat, dan tulisan. Peluncuran Threads pada hari Kamis, 6 Juli 2023, telah memicu banyak pertanyaan tentang apa sebenarnya Threads ini.

Threads, aplikasi baru yang diluncurkan sebagai pesaing Twitter oleh Meta, memiliki sejumlah perbedaan dengan aplikasi milik Elon Musk tersebut.

Ini adalah tujuh perbedaan penting antara Threads dan Twitter yang perlu diketahui.

1. Pendaftaran Akun

Threads membutuhkan pengguna untuk memiliki akun Instagram. Saat membuat profil baru, pengguna dapat memindahkan informasi dari akun Instagram yang terhubung, seperti bio, foto profil, link, dan verifikasi centang biru jika ada.

Selain itu, pengguna dengan mudah dapat mengikuti akun yang mereka ikuti di Instagram. Di sisi lain, Twitter menyediakan berbagai opsi untuk membuat akun baru, termasuk login dengan akun Google atau Apple yang sudah ada.

Baca juga: Apa Itu Instagram Threads Apk, Link Download Cara Daftar Serta Fitur-fiturnya yang Mirip Twitter

2. Batas Karakter

Pengguna Threads dapat mengunggah posting dalam bentuk teks dengan batas hingga 500 karakter. Mereka juga dapat membagikan foto, GIF, dan video dengan durasi hingga lima menit.

Di Twitter, pengguna biasa memiliki batas karakter hingga 280 karakter, sementara pengguna yang berlangganan Twitter Blue dapat mencuit hingga 25.000 karakter.

Selain itu, pengguna Twitter juga dapat menyematkan jajak pendapat (polling) dalam cuitan mereka.

3. Timeline dan Trending Topic

 Konten yang diunggah di Threads disebut sebagai "thread", sedangkan di Twitter dikenal sebagai "tweet".

Threads memiliki satu timeline yang berisi thread dari akun yang diikuti dan thread yang direkomendasikan oleh algoritma. Saat ini, belum ada opsi untuk menampilkan thread secara kronologis atau tab "following" yang menampilkan thread hanya dari akun yang diikuti.

Di Twitter, terdapat tab "Following" yang menampilkan tweet dari akun yang diikuti secara kronologis, dan tab "For You" yang menampilkan tweet dari akun yang diikuti dan rekomendasi secara acak.

Threads saat ini belum memiliki fitur Trending Topic, tetapi Meta berencana untuk menambahkan lebih banyak fitur untuk membantu pengguna mencari thread dan kreator yang diminati.

4. Cara Mengunggah Konten

Pengguna Threads dapat membuat "utas" (thread) seperti di Twitter dengan menekan tombol Enter di keyboard tiga kali untuk menambahkan thread selanjutnya.

Di Twitter, pengguna dapat menambahkan tweet selanjutnya dengan menekan tombol "+" yang terletak di sudut kanan bawah.

Saat ini, Threads belum memiliki fitur "drafts" untuk menyimpan thread yang sedang ditulis, sementara Twitter sudah memiliki fitur ini. Pengguna Twitter juga dapat menjadwalkan tweet melalui versi web.

Selain itu, pengguna Threads belum dapat berkomunikasi secara pribadi karena belum ada fitur pesan langsung (direct messages/DM), tetapi mereka dapat dengan mudah membuka profil Instagram orang lain melalui Threads.

5. Iklan

Saat ini, Threads tidak menampilkan iklan di platformnya. Meta memiliki rencana untuk memonetisasi platform ini di masa depan, tetapi tidak dalam waktu dekat karena fokus utama mereka adalah menarik sebanyak mungkin pengguna.

Di sisi lain, Twitter menampilkan iklan dalam bentuk cuitan yang muncul di timeline, baik di tab "For You" maupun "Following". Pengguna yang berlangganan Twitter Blue dijamin akan melihat lebih sedikit iklan di timeline mereka.

6. Pengumpulan Data

Saat Threads pertama kali diluncurkan di App Store, banyak pengguna Twitter yang mengkhawatirkan jenis data yang dikumpulkan oleh aplikasi tersebut.

Selain data umum seperti kontak, lokasi, dan riwayat pencarian, Threads juga mengumpulkan data yang lebih sensitif seperti informasi kesehatan dan keuangan.

Twitter juga mengumpulkan data pengguna seperti pembelian, informasi kontak, riwayat penelusuran, dan sebagainya yang umum dalam pengumpulan data.

7. Platform Terbuka vs. Tertutup

Threads akan mendukung platform ActivityPub, protokol yang digunakan di jaringan terdesentralisasi seperti Mastodon. Hal ini memungkinkan pengguna untuk mengikuti dan berinteraksi dengan akun di platform lain.

Selain itu, pengguna juga akan dapat memindahkan akun dan audiens mereka dari Threads ke platform jejaring sosial lain yang mendukung ActivityPub. Namun, saat ini dukungan ActivityPub masih belum tersedia di Threads.

Di sisi lain, Twitter adalah platform yang tertutup dan berdiri sendiri. Bahkan, Twitter sebelumnya mengharuskan pengguna untuk masuk jika ingin membaca tweet dan melihat profil pengguna.

Penting untuk dicatat bahwa Threads masih dalam tahap awal dan dapat mengalami perubahan di masa depan, termasuk penambahan fitur baru dan penyesuaian lainnya yang dapat mempengaruhi perbedaan dengan Twitter.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved