Rabu, 15 April 2026

Ternak Terjangkit Virus LSD

BREAKING NEWS: 16 Ternak di Rejang Lebong Terjangkit Virus LSD, Peternak Diminta Waspada

Sebanyak 16 ternak di Rejang Lebong tercatat terjangkit virus Lumpy Skin Diseases (LSD).

Editor: Hendrik Budiman
HO TribunBengkulu.com
Petugas sedang memeriksa ternak di Rejang Lebong. Sebanyak 16 ternak di Rejang Lebong tercatat terjangkit virus Lumpy Skin Diseases (LSD). 

Laporan Reporter Tribunbengkulu.com, M. Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Sebanyak 16 ternak di Rejang Lebong tercatat terjangkit virus Lumpy Skin Diseases (LSD).

LSD adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dari keluarga Poxviridae yang menyerang ternak.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Rejang Lebong, Ir Zulkarnain MT mengatakan pada saat ini sudah ada 16 sapi yang terinveksi LSD di Rejang Lebong.

Sedangkan untuk jumlah sapi atau kerban yang terancam tertular sebanyak 43 ekor.

Ia mengatakan, bahwa memang penyakit ini juga harus diwaspadai. Pihaknya sudah melakukan penanganan dengan memberikan obat kepada sapi yang terserang tersebut.

Penyebaran penyakit dapat terjadi secara cepat di antara sapi yang berada dalam kandang yang sama atau antara kandang yang berdekatan. Ciri-ciri sapi yang terkena LSD yaitu kulit bentol-bentol, gatal dan bernanah.

“Ada 16 sapi yang sudah terinveksi dan 43 ekor sapi yang terancam tertular, sudah kita lakukan penanganan,” ujarnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Cemburu Pacar Banyak Simpan Nomor Pria, Pemuda di Bengkulu Aniaya Sang Pacar

Penyakit ini ditandai dengan munculnya benjolan pada kulit sapi, terutama pada bagian leher, punggung, dan perut.

Selain benjolan, sapi yang terinfeksi LSD juga dapat mengalami demam, kehilangan nafsu makan, lesu, dan mengalami penurunan produksi susu.

Menurutnya, tingkat kematian hewan ternak yang terjangkit LSD hanya sekitar 5 persen.

Hingga kini belum ada ditemukan hewan ternak sapi milik warga yang mati akibat sakit tersebut.

Adapun obat atau antibiotik hewan ternak yang positif LSD, sama dengan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang terjadi di tahun 2022 lalu.

“Antibiotik LSD dan PMK itu sama saja, belum ada kasus ternak yang mati sampai sekarang,”lanjutnya.

Selain itu, untuk stok antibiotik tersebut diakuinya banyak tersedia.

Baca juga: Kampung Moderasi Beragama di Kepahiang, Wujud Toleransi Demi Membangun Daerah

"Jadi jika ada masyarakat yang membutuhkan bisa langsung memberitahukannya ke Dinas Pertanian dan Perikanan Rejang Lebong," ungkapnya.

Mengingat penyakit ini memang harus segera diberikan penanganan agar tidak menulari hewan ternak yang ada disekitarnya.

“Stoknya banyak dan tersedia sewaktu-waktu dibutuhkan, jadi kalau ada yang membutuhkan bisa sampaikan kekita,” tutupnya.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved