Selasa, 28 April 2026

Longsor di Bengkulu Selatan

BREAKING NEWS: Tertimbun Longsor Setinggi 10 Meter, Jalan Bengkulu Selatan - Pagaralam Lumpuh Total

Lagi-lagi peristiwa bencana tanah longsor kembali terjadi di Dusun Batu Betajuak Desa Air Tenam Kecamatan Ulu Manna Bengkulu Selatan,

|
Penulis: Ahmad Sendy Kurniawan Putra | Editor: M Arif Hidayat
Ho Tribunbengkulu.com
Inilah kondisi bencana tanah longsor yang terjadi pada Sabtu (29/7/2023) pukul 17.07 di Dusun Batu Betajuak Desa Air Tenam Kecamatan Ulu Manna Bengkulu Selatan. Tampak material menutupi seluruh bagian jalan. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.Com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Tanah longsor kembali terjadi di Dusun Batu Betajuak Desa Air Tenam Kecamatan Ulu Manna Bengkulu Selatan. Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Sabtu (29/7/2023) sekira pukul 17.07 WIB.

Akibat terjadi bencana tanah longsor, arus lalu lintas jalan Bengkulu Selatan menuju Kota Pagaralam Sumatera Selatan lumpuh total.

Data yang dihimpun TribunBengkulu.com di lapangan, sampai saat ini kendaran tidak bisa melintas.

Lantaran, material tanah longsor dengan ketinggian lebih kurang 10 meter menutupi seluruh bagian jalan.

Sementara, akses lain sama sekali tidak ada. Karena, akses antara kedua Kabupaten tersebut hanya satu.

Kasi Humas Polres Bengkulu Selatan, AKP Sarmadi membenarkan bahwa ada peristiwa bencana tanah longsor terjadi.

Dan masyarakat yang melintas dilokasi diharapkan tetap berhati-hati.

Karena, tekstur disekitar lokasi merupakan pebukitan dan tanah dalam kondisi labil.

"Benar ada laporan. Kita harapkan tidak ada korban jiwa dengan bencana tanah longsor. Masyarakat yang melintas diharapkan tetap berhati-hati. Karena kondisi jalanan sama kita ketahui semua pebukitan, jadi tanah disekitar jalanan masih sangat labil," ungkap Kasi Humas.

Peristiwa bencana tanah longsor terjadi lantaran sudah lama tidak diguyur hujan. Sehingga pada saat diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dari siang hingga sore longsor pun tak terelakkan.

"Tadi memang hujan. Sudah serang terjadi dan memang disana merupaka lokasi langganan. Jika hujan turun pasti terjadi longsor," jelas Sarmadi.

Dilain sisi, Dodi salah seorang masyarakat menjelaskan hingga kini akses jalan belum bisa dilalui. Karena, material tidak bisa lagi dibersikan menggunakan alat seadanya.

"Belum ada pembersihan dilakukan. Baik dari Pemerintah Kabupaten atau masyarakat karena untuk membersihkan tidak cukup menggunakan peralatan seadanya, harus menggunakan alat berat," pungkas Dodi.

Setiap adanya terjadi longsor memang penangan yang dilalukan terbilang lamban. Karena, tidak ada alat yang stand bye di sekitar lokasi. 

"Setiap ada kejadi pasti harus menunggu berjam-jam. Alat yang disiagakan tidak ada. Pasti harus menunggu 3 jam, karena alat berat harus didatangkan dahulu dari Kota Manna," ungkap Dodi.

Untuk diketahui, akibat bencana longsor yang terjadi. Membuat antrean kendaraan roda dua maupun roda empat atau besar yang ingin melintas harus menunggu hingga puluhan meter.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved