Rabu, 22 April 2026

Antisipasi Kebakaran Lahan, Pemkot Keluarkan SE Larang Warga Bakar-bakar Sembarangan

Kota Bengkulu juga disebutkan tengah mengalami kemarau panjang dan angin kencang, serta cuaca ekstrim.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Romi Juniandra/TribunBengkulu.com
Kebakaran lahan yang terjadi di Kota Bengkulu. Pemkot telah mengeluarkan SE melarang warga bakar-bakar sembarangan. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu telah membuat Surat Edaran (SE) yang melarang warga untuk melakukan pembakaran secara sembarangan.

Dalam SE yang ditandatangani Walikota Helmi Hasan tertanggal 8 September 2023 ini, disebutkan jika kualitas udara di Kota Bengkulu merupakan yang paling baik dari kota-kota yang ada di Indonesia.

Karena itu, untuk mempertahankan udara bersih ini, warga dilarang melakukan pembakaran secara sembarangan.

Selain itu, Kota Bengkulu juga disebutkan tengah mengalami kemarau panjang dan angin kencang, serta cuaca ekstrim.

Masyarakat diminta waspada dengan potensi api, dan tidak membakar sampah, hutan, atau lahan.

"Sehingga tidak berdampak buruk terhadap kondisi lingkungan, sosial, ekonomi, dan kesehatan masyarakat," bunyi surat tersebut.

Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi sebelumnya juga meminta masyarakat Kota Bengkulu untuk waspada dengan kebakaran hutan dan lahan.

Kota Bengkulu disebutkan tengah memasuki musim kemarau. Akibatnya, potensi kebakaran lahan cukup tinggi.

"Kita minta masyarakat waspada," kata Dedy.

Salah satu kebakaran lahan yang diduga sengaja dibakar terjadi pada Jumat (8/9/2023) lalu di Kelurahan Betungan, Kota Bengkulu.

Kebakaran ini sempat membuat asap tebal dan menyelimuti rumah, dan membuat warga panik.

Apalagi, kebakaran ini terjadi di lahan depan rumah mereka.

Sementara, pantauan TribunBengkulu.com, kebakaran ini terjadi di sebuah lahan di Jalan Depati Payung Negara, Betungan.

Lahan yang terbakar ini dikeliling tembok beton setinggi 2 meter.

Lahan yang terbakar terlihat sekitar 1 hektare. Di atas lahan ini, terlihat banyak rumput dan tanaman kering yang mudah terbakar.

Kondisi lahan sendiri tampak gundul usai terbakar. Arang dan abu hitam terlihat memenuhi bagian atas lahan.

Baca juga: Disidak Dewan, Lurah Lingkar Timur Kota Bengkulu Curhat Gedung Sudah Rusak 10 Tahun

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved