Kamis, 21 Mei 2026

Kalender 2024

Kapan Awal Puasa Ramadhan 2024? Cek Jadwalnya Berdasarkan Kalender Islam

Kedatangan bulan puasa sangat dinantikan oleh umat islam, dimana bulan puasa merupakan bulan yang mulia

Tayang:
Penulis: Yuni Astuti | Editor: Hafi Jatun Muawiah
TribunBengkulu.com
Ilustrasi. Kapan Awal Puasa Ramadhan 2024? Cek Jadwalnya Berdasarkan Kalender Islam 

TRIBUNBENGKULU.COM - Kedatangan bulan puasa sangat dinantikan oleh umat islam, dimana bulan puasa merupakan bulan yang mulia.

Tak lama lagi kita akan memasuki tahun baru, banyak sekali orang muslim yang mencari tahu mengenai kapan awal puasa ramadhan 2024.

Karena sudah tidak sabar untuk bertemu dengan bulan yang mulia, di artikel ini kami akan memberikan informasi tersebut.

Perkiraan Awal Puasa 2024

Bulan Ramadhan di tahun 2024 telah memasuki tahun ke 1445 dalam kalender hijriyah. Sesuai dengan kalender Islam di tahun 2024, kemungkinan rukyatul hilal global, awal bulan puasa di tahun 2024 jatuh pada Selasa, 12 Maret.

Dikutip dari laman resmi Nahdlatul Ulama, puasa Ramadhan nantinya akan berlangsung selama 29 atau 30 hari, hal ini disesuaikan dengan sabit yang menandai awal bulan terlihat atau tidak.

Jika bulan tidak terlihat pada malam ke-29, maka Ramadhan akan berlangsung selama 30 hari, namun jika hilal terlihat makan puasa ramadhan akan dilaksanakan selama 29 hari.

Dilansir dari laman resmi Kementrian Agama (Kemenag), sidang isbat akan dilaksanakan setiap tahun yang dihimpun dari berbagai pendapat ahli/ulama serta organisasi -organisasi Islam sebelum menentukan awal bulan puasa dan idul fitri. Biasanya penentuan awal bulam Ramadhan akan dilakukan setiap tanggal 29 Sya'ban.

Tanggal yang kami sebutkan di atas merupakan prediksi atau perkiraan, sehingga belum bisa dijadikan pedoman.

Baca juga: Link Download Gambar Kalender 2024 Versi Vektor, PNG dan PSD Gratis Tanpa Watermark

Cara Menentukan Awal Puasa

Untuk menentukan awal puasa ada perbedaan pendapat dari kalangan ulama, ilmuwan, pakar hisab rukyat dan berbagai organisasi Islam di Indonesia.

Adapun penetapan awak bulan puasa Ramadhan terbagi menjadi dua metode yakni Rukyat dan Hisab

1. Metode Hisab

Metode Hisabsering disebut dengan metode observasi/mengamati hilal atau istikmal. Metode Rukyat ini biasanya dilakukan umat islam yang menganut mazhab Hanafi, Syafi'i, dan Hanbali.

Mereka berpegang teguh pada firman Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 185 berikut ini:

فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

"Maka barangsiapa di antara kalian menyaksikan bulan maka hendaklah ia berpuasa (pada) nya."

Selain itu, para ulama juga berpedoman hadits yang Rasulullah SAW sebagai berikut:

صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلَاثِينَ


"Berpuasalah kalian karena melihat hilal dan berbukalah kalian karena melihatnya. Jika kalian terhalang (dari melihatnya) maka sempurnakanlah bilangan Sya'ban menjadi tiga puluh hari." (HR. Bukhari, hadits no. 1776).

Jadi dapat disimpulkan bahwa penentuan awal bulan ramadhan hanya bisa ditetapkan dengan melihat hilal atau menyempurnakan bulan Sya'ban menjadi 30 hari.

Baca juga: 20 Template Kalender 2024 Format PNG dan PSD, Lengkap Jadwal Libur Nasional dan Cuti Bersama

2. Metode Hisab

Metode Hisab juga biasa digunakan oleh umat Islam untuk menentukan awal bulan puasa. Metode Hisab ini dilakukan oleh bebeapa ulama seperti Ibnu Suraji, Taqiyyuddin al-Subki, Mutharrif bin Abdullah dan Muhammad bin Muqatil mengatakan awal puasa dapat ditetapkan menggunakan metode ini. Metode Hisab merupakan perhitungan untuk menentukan posisi hilal.

Pernyataan ulama itu didasarkan pada firman Allah SWT dalam surah Yunus ayat 5 sebagai berikut:

هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ

"Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, agar kamu mengetahui bilangan tahun, dan perhitungan (waktu)."

Ayat tersebut menyimpulkan jika Allah mensyriatkan kepada manusia untuk menggunakan hisab dalam menentukan awal dan akhir bulan dalam kalender hijriyah.

Rasulullah juga bersabda :

إِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَصُومُوا وَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَأَفْطِرُوا فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوا لَهُ

"Jika kalian melihat hilal (hilal Ramadhan) maka berpuasalah, dan jika kalian melihatnya (hilal Syawal) maka berbukalah. Jika kalian terhalang (dari melihatnya) maka perkirakanlah ia."

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved