Kamis, 30 April 2026

Trending Topik

Makna Lirik Lagu Religi Rapuh - Opick, Lagu Menyentuh Hati, Cocok Didengar Bulan Ramadan

Berikut ini merupakan lagu yang sangat menyentuh hati beserta makna lirik lagu religi Rapuh - Opick, lagu yang menyentuh hati bulan Ramadan.

Tayang:
Penulis: Sherly Ayu Pratama | Editor: Yunike Karolina
Instagram@opick_tomboati
Tangkap layar foto Opick. Makna lirik lagu religi Rapuh - Opick, lagu yang menyentuh hati. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Lagu Rapuh merupakan lagu dinyanyikan Opick dirilis pada tahun 2007 dengan 12 juta pendengar.

Makna lagu ini yaitu dalam setiap kehidupan yang dibatasi waktu yang terus berputar tanpa henti dan tak dapat diulang kembali.

Dalam memiliki dua hal yang berbeda namun saling melengkapi serta menjadi pelajaran hidup bagi seseorang, ada hal yang positif dan ada hal negatif yang saling melengkapi dalam hal positif terdapat nikmat.

Pada pelajaran dan ujian, begitu pula dengan hal negatif yang terdapat pelajaran dan ujian, keduanya menjadi satu padu membentuk kesempurnaan hidup bagi yang dapat dilaluinya.

Lagu Rapuh menceritakan tentang seseorang yang sedang mengalami masalah dalam hidup yang merasa rapuh saat menghadapi ujian hidup, tetapi tetap ia tetap berusaha untuk mendekat kepada Allah.

Penasaran kan dengan lagunya seperti apa? Yuk langsung saja berikut ini lirik lagu Rapu-Opick:

Detik waktu terus berjalan
Berhias gelap dan terang
Suka dan duka, tangis dan tawa
Tergores bagai lukisan
Seribu mimpi, berjuta sepi
Hadir bagai teman sejati
Di antara lelahnya jiwa
Dalam resah dan air mata

Kupersembahkan kepada-Mu
Yang terindah dalam hidupku
Meski 'ku rapuh dalam langkah
Kadang tak setia kepada-Mu
Namun cinta dalam jiwa
Hanyalah pada-Mu

Maafkanlah bila hati
Tak sempurna mencintai-Mu
Dalam dada kuharap hanya
Diri-Mu yang bertahta
Maafkanlah bila hati
Tak sempurna mencintai-Mu

Dalam dada kuharap hanya
Diri-Mu yang bertahta
Meski 'ku rapuh dalam langkah
Kadang tak setia kepada-Mu
Namun cinta dalam jiwa
Hanyalah pada-Mu

Maafkanlah bila hati
Tak sempurna mencintai-Mu
Dalam dada kuharap hanya
Diri-Mu yang bertahta
Meski ku rapuh dalam langkah
Kadang tak setia kepada-Mu
Namun cinta dalam jiwa

Hanyalah pada-Mu
Maafkanlah bila hati
Tak sempurna mencintai-Mu
Dalam dada kuharap hanya
Diri-Mu yang bertahta
Detik waktu terus berlalu
Semua berakhir pada-Mu

(Santeri Rahma Dinti/Magang)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved