Jam Kerja ASN Pemkot Bengkulu Berkurang Selama Ramadan, Dibagi 2 Kategori
Pemkot Bengkulu telah mengeluarkan aturan soal jam kerja pegawainya selama bulan ramadan 1445 hijriah atau 2024 masehi
Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu telah mengeluarkan aturan soal jam kerja pegawainya selama bulan ramadhan 1445 hijriah atau 2024 masehi.
Melalui Surat Edaran (SE) bernomor 000.9/09/B.VIII tertanggal 4 Maret 2024, Pemkot Bengkulu membagi jam kerja menjadi 2 kategori, yakni 5 hari kerja dan 6 hari kerja.
Bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang melaksanakan 5 hari kerja, jam masuk kantor pada hari senin hingga kamis dimulai pada pukul 08.00 WIB, dan berakhir pada pukul 15.00 WIB.
Jam istirahat diberikan selama 30 menit, dari pukul 12.00 WIB hingga pukul 12.30 WIB.
Sementara, di hari Jumat, jam kerja dimulai pukul 08.00 WIB dan berakhir pukul 15.30 WIB. Jam istirahat diberikan 11.30 WIB sampai 12.30 WIB.
Kemudian, OPD yang melaksanakan 6 hari kerja, pada senin hingga kamis dan sabtu, jam masuk kantor dimulai pukul 08.00 WIB, dan berakhir pukul 14.00 WIB.
Waktu istirahat masih 30 menit, dari pukul 12.00 WIB hingga pukul 12.30 WIB.
Kemudian, di hari jumat, jam kerja sama seperti hari lain, dengan waktu istirahat lebih panjang untuk salat jumat, yakni pukul 11.30 WIB sampai 12.30 WIB.
Asisten I Pemkot Bengkulu, Eko Agusrianto mengatakan jam kerja pegawai ini memang berkurang dari hari biasa. Namun, dia menegaskan jika beban tugas pegawai tidak berkurang, dan tetap melayani masyarakat seperti biasa.
"Pegawai harus bisa memanfaatkan waktu yang ada untuk menuntaskan pekerjaan, sambil menambah amalan seperti membaca Al-Quran dan kegiatan positif lain," kata Eko kepada TribunBengkulu.com, Rabu (6/3/2024).
Sementara, untuk pakaian, pegawai beragama Islam menggunakan pakaian muslim. Untuk pegawai non muslim, menggunakan baju bebas dan sopan.
Baca juga: Sempat Beredar Video Bully Siswa SMP, Pemkot Pastikan Tidak Terjadi di Kota Bengkulu
| Kasus Suap dan Gratifikasi Tambang Bengkulu, Tiga Terdakwa Dituntut 2–2,6 Tahun |
|
|---|
| Bantuan Kursi Roda untuk Arwan, Harapan Baru untuk Warga Kota Bengkulu |
|
|---|
| Ibu-ibu Sungai Lemau Suarakan Dampak Abrasi di Bengkulu Tengah, Desak Pemerintah Segera Bertindak |
|
|---|
| Direktur dan Komisaris PT RSM Dituntut Paling Berat Kasus Korupsi Tambang Bengkulu |
|
|---|
| Eks Kacab Sucofindo Bengkulu Iman Sumantri Dituntut 2 Tahun Penjara Kasus Korupsi Tambang PT RSM |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Pegawai-di-lingkungan-Pemkot-Bengkulu-di-bulan-ramadhan.jpg)