Jumat, 17 April 2026

Berita Bengkulu Utara

Petani di Bengkulu Utara Merugi Imbas Harga Jagung Anjlok

Petani di Kabupaten Bengkulu Utara mengeluhkan anjloknya harga jual jagung pakan ayam diawal tahun 2024 ini.

Penulis: Abdurrahman Wachid | Editor: Hendrik Budiman
Abdurrahman Wachid
Petani di Kabupaten Bengkulu Utara saat mengeringkan Jagung usai Panen, pada Selasa (12/3/2024). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Abdurrahman Wachid

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU UTARA - Petani di Kabupaten Bengkulu Utara mengeluhkan anjloknya harga jual jagung pakan ayam diawal tahun 2024 ini.

Anjloknya harga tersebut membuat para petani di Kabupaten Bengkulu Utara mengalami kerugian.

Kalyubi (48) petani jagung di Kemumu mengungkapkan, biasanya bisa menjual jagung kering miliknya seharga Rp 7.500 hingga Rp 8.000 perkilogram saat dihargai Rp 4.000 ribu perkilogram. 

Bahkan, harga jagung basah milik petani dibeli dengan harga Rp 2.300 padahal sebelumnya harganya bisa mencapai Rp 4.300 perkilogram. 

"Bener-bener anjlok dari Rp 8.000 jadi ke Rp 4.000," sesal Kalyubi, Selasa (12/3/2024).

Baca juga: Hari Pertama Puasa, Harga Daging Ayam dan Daging Sapi di Bengkulu Utara Naik

Sebagian petani memilih menjual jagungnya dalam kondisi kering, sembari menjemur jagung dengan harapan harganya kembali naik. 

"Dirontok kemarin, hari ini mau dibeli Rp 2.300 perkilogram. Bagus kami keringkan aja dulu, siapa tahu harganya naik lagi, "sambungnya.

Ia berharap kepada pemerintah terkait, supaya stabilitas harga tani juga sangat perlu diperhatikan. 

Senada, Sarijah petani jagung di Kelurahan Kemumu mengungkapkan, hendaknya pemerintah terkait turut andil menyelesaikan harga hasil tani masyarakat. 

"Semoga ada langkah yang tepatlah dari pemerintah," ungkap Sarijah. 

Menurutnya, perbandingan hasil para petani dengan anjloknya harga tersebut sangatlah memprihatinkan. 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved