Berita Mukomuko
Meski Harga TBS Sawit di Mukomuko Naik, Petani Keluhkan Hasil Panen yang Menurun
Harga naik Rp 20 kilogram untuk TBS Sawit di Mukomuko, meskipun hasil panen buah sawit sedikit.
Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: Hafi Jatun Muawiah
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, MUKOMUKO - Harga tandan buah segar (TBS) Sawit di Kabupaten Mukomuko mengalami kenaikan pada minggu ini.
Hal itu disampaikan oleh, salah seorang petani sawit di SP 2, Kecamatan Penarik Ikhlas (35) Kabupaten Mukomuko, ia mengatakan adanya kenaikan harga Rp 20 per kilogram dibanding minggu kemarin.
“Kalau minggu ini naik Rp 20 per kilogram dimana harga minggu kemarin Rp 2.110 per kilogram jadi Rp 2.130 per kilogram,” ungkap Ikhlas.
Meskipun harga TBS buah sawit mengalami kenaikan dan hargannya masih tinggi.
Ikhlas menjelaskan untuk produksi buah sawit atau panen buah sawit saat ini masih sedikit.
“Sedangkan untuk produksi buah saat ini masih trek atau buah sedikit,” tutur Ikhlas.
Lanjut Ikhlas, saat ini dengan kondisi buah yang sedikit, sekali panen atau 1 kali dalam 2 minggu hanya dapat 500 kilogram hingga 600 Kilogram untuk 1 Hektare lahan.
Hal itu dibandingkan jika pososi buah sedang banyak produksi, untuk 1 hektare lahan bisa memproduksi 1.200 per kilogram.
“Sekarang memang sedikit, kalau sedang banyak biasanya 1.200 per kilogram buah sawit untuk satu hektare, sekali panen untuk 15 hari,” jelas Ikhlas.
Ikhlas juga menjelaskan, dirinya tak mengetahui secara pasti produksi buah sawit bisa turun.
Baca juga: Ratusan Nelayan di Mukomuko Bengkulu Tunggu Realisasi Usulan Kartu BPJS Ketenagakerjaan
Baca juga: Cara, Syarat dan Tahapan Menjadi RPK Mitra Bulog di Kabupaten Mukomuko
Pasalnya ia merawat sawit seperti biasanya, dan jenis pupuk yang sama yakni pupuk mutiara 16-16.
“Kalau produksi turun penyebabnya juga nggak tahu, yang pasti kita merawat kebun sawit ini seperti biasa dengan pupuk yang biasa digunakan pupuk Jenis Mutiara 16-16, dengan harga 1 karung Rp 700 ribu isi 50 kilogram,”
“Biasanya untuk 1 hektare kebun sawit menggunakan 4 karung, sekali pupuk 3 bulan 1 kali, dan ada yang 4 bulan juga,” tutup Ikhlas.
| Penjelasan Kapolres soal Anggota Polisi Mukomuko Diduga Terlibat Pengeroyokan Pembalap Grasstrack |
|
|---|
| Kasus Dugaan Pengeroyokan Pembalap Grasstrack, Anggota Polisi di Mukomuko Diperiksa |
|
|---|
| Cegah Pencemaran dan Abrasi, Polres Mukomuko Inisiasi Gerakan Bersih Pantai |
|
|---|
| Kinerja Polres Mukomuko 2025: Kecelakaan Lalu Lintas Meningkat dan Penyelesaian 203 Perkara |
|
|---|
| Jelang Nataru 2025, Polres Mukomuko Sidak Pasar Cek Harga dan Kualitas Bahan Pokok |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Harga-naik-hasi-panen-buah-sedikit.jpg)