Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Rejang Lebong

BPBD: Waspada Cuaca Buruk Hujan Hingga Angin Kencang di Rejang Lebong

Akhir-akhir ini cuaca buruk kembali menimpa wilayah Kabupaten Rejang Lebong yang disertai hujan deras dan angin kencang, bencana.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Hendrik Budiman
M Rizki Wahyudi/Tribunbengkulu.com
Bencana alam tanah longsor terjadi di jalan provinsi yang ada di Rejang Lebong beberapa waktu lalu. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi 

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Akhir-akhir ini cuaca buruk kembali menimpa wilayah Kabupaten Rejang Lebong yang disertai hujan deras dan angin kencang, bencana alam tanah longsor rawan terjadi.

Baik di ruas Jalan Lintas Curup-Lubuklinggau maupun di jalan penghubung antar kecamatan.

Sejumlah titik rawan longsor dan amblas ditemukan dikawasan itu sesuai hasil pemetaan rawan bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Rejang Lebong, Drs Shalahuddin MSi mengatakan lokasi yang cukup sering terjadi bencana longsor ada di Jalan Lintas Curup-Lubuklinggau.

Sejak awal tahun kemarin, sudah banyak bencana longsor yang terjadi di ruas jalan tersebut. Selain akibat dari cuaca buruk, kondisi lingkungan di ruas jalan itu juga menjadi faktor penyebab terjadinya bencana.

Tak jarang, akses Jalan Lintas Curup-Lubuklinggau kerap terganggu akibat material tanah yang menutupi badan jalan.

"Untuk longsor memang cukup sering terjadi di sana, itu memang kondisi geografisnya ditambah cuaca buruk,"jelas Shalahuddin.

Tak hanya di ruas jalan nasional saja, beberapa ruas jalan provinsi juga rawan terjadi longsor. Seperti di jalan penghubung dua kecamatan yakni Sindang Kelingi dan Sindang Dataran.

Seperti yang ada di Desa Air Dingin Kecamatan Sindang Kelingi, jalan penghubung itu amblas dengan panjang sekitar 200 meter dan ketinggian 30 meter sebagian badan jalan lintas habis akibat terbawa longsor.

"Selain disana juga ada beberapa titik rawan longsor lainnya yang kita petakan,"ungkap Shalahuddin.

Pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk terus berhati-hati dan waspada karena bencana alam tidak bisa diprediksi. Selain itu pihaknya juga terus bersiaga jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam. Baik anggota maupun alat berat dalam kondisi siaga dan akan langsung diturunkan jika terjadi bencana.

"Karena bencana tidak bisa kita prediksi, tetap waspada dan hati-hati,"tutup Shalahuddin.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved