Ibu Bunuh Anak Tiri di Pontianak

Motif IF Ibu Bunuh Anak Tiri Usia 6 Tahun di Pontianak Akhirnya Terkuak, Dendam Hingga Cemburu

Di hadapan Tiwi di Polda Kalbar, IF mengaku telah memiliki kebencian terhadap putranya itu sejak lama.

Editor: Hendrik Budiman
HO TribunBengkulu.com/Istimewa
Kolase Tampang IF (Kiri) dan Korban AN (Kanan). Motif IF Ibu Bunuh Anak Tiri Usia 6 Tahun di Pontianak Akhirnya Terkuak, Dendam Hingga Cemburu 

TRIBUNBENGKULU.COM - Terkuak motif IF (24) yang kini telah ditetapkan tersangka atas kematian anak tirinya tersebut.

Ibu kandung korban, Tiwi menemui tersangka pada pra-rekonstruksi, dan mengungkap motif penganiayaan IF terhadap anaknya.

Di hadapan Tiwi di Polda Kalbar, IF mengaku telah memiliki kebencian terhadap putranya itu sejak lama.

"Saya sudah bertemu tersangka itu tadi malam di Polda. Saya menanyakan kenapa bisa dia (tersangka) melakukan ini ke anak saya. Anak saya itu sesalah apa sih?," tuturnya.

"Secara garis besar dia (tersangka) cemburu, kalau kasih sayang ayah Nizam itu lebih besar ke Ahmad Nizam dibandingkan dengan anaknya. Ada dendam terpendam yang dia lampiaskan kepada anak saya," imbuhnya.

Atas kepergian sang putra, ia mengaku berusaha ikhlas. Namun dirinya tetap tegas ingin tersangka mendapatkan hukuman setimpal atas perbuatan yang telah dilakukan.

Selain itu, dari keterangan tersangka ke penyidik, dia melakukan kekerasan itu karena enggan mengurus korban yang merupakan anak tirinya.

Motif awalnya, pelaku ini dari awal sudah tidak mau mengurus anak tirinya," ujar Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Raden Petit Wijaya, pada Sabtu (24/8/2024).

Skenario Maut IF

Skenario IF (24) ibu tiri almarhum Ahmad Nizam Alfahri (6) tersangka kasus temuan jasad dalam karung, sempat mengarang cerita untuk menutupi perbuatannya.

Berdasarkan pemeriksaan polisi, IF mengarang cerita bahwa anak tirinya itu dijemput dua orang tidak dikenal suruhan ibu kandungnya.

Bahkan IF sempat ikut datang ke Polda Kalbar bersama suaminya untuk melaporkan bahwa korban Ahmad Nizam Alfahri hilang.

Kabid Humas Polda Kalbar, Kombespol Raden Petit Wijaya mengungkapkan, pada Rabu 21 Agustus 2024, ayah korban bernama Ichan pulang bekerja dari Kabupaten Sintang.

Saat itu Ichan tidak menemukan putranya, karena biasanya sang putralah yang selalu membukakan pintu.

Ketika menanyai, IF mengaku bahwa Nizam sudah diberikan kepada dua orang laki-laki yang mengaku disuruh oleh ibu kandung Nizam untuk menjemput korban.

Baca juga: Skenario Maut IF Ibu Bunuh Anak Tiri di Pontianak, Karang Cerita-Sembunyikan Jasad di Celah Dinding

Namun, setelah Ichan mengonfirmasi kepada mantan istri, ternyata sang mantan istri mengatakan tidak pernah memerintahkan hal itu.

Saat itu Ichan dan mantan istrinya sempat percaya, dan menganggap bahwa korban telah diculik oleh orang.

Selanjutnya masih pada hari yang sama saat malam hari, Ichan dan IF mendatangi Mapolda Kalbar untuk membuat laporan polisi tentang penculikan.

"Pada malam hari itu juga, personel piket mendatangi rumah pelapor dan melakukan beberapa pemeriksaan di dalam rumah serta mengecek keberadaan CCTV baik di rumah pelapor dan tetangga pelapor, namun petugas tidak mendapati hasil rekaman CCTV tersebut," ungkap Petit.

Selanjutnya pada Kamis 22 Agustus 2024 setelah sholat subuh, Ichan ditelpon oleh mertuanya yang ada di Sumatera dan menyampaikan bahwa anak pelapor telah meninggal dan posisi korban masih berada di sekitaran rumah.

Mertua pelapor mengatakan bahwa yang mendapatkan informasi langsung dari pelaku yang merupakan anak mereka sendiri. 

Setelah mencari di dalam dan luar rumah, mereka tak kunjung menemukan anaknya (Nizam, Red).

Kemudian pada sore hari, Ichan pergi ke halaman belakang rumah dan mendapati bau tidak sedap di sekitaran dirinya.

Kemudian pelapor mencari tahu asal-muasal bau tersebut dan didapati dari celah sempit dinding di belakang rumahnya. 

Setelah dilakukan pencarian terhadap penyebab dari bau itu, akhirnya Ichan melihat sebuah benda yang berat dan terbungkus plastik.

Setelah dibuka akhirnya terlihat sepasang kaki kecil yang terbungkus plastik warna hitam dan hijau. 

Saat pelapor menarik kaki kecil tersebut dan benar adanya bahwa kaki itu adalah kaki anak kandungnya yang dinyatakan hilang diculik pada Rabu 21 Agustus 2024. 

"Setelah menarik dan mendapati seluruh tubuh anaknya, sang ayah menanyakan kepada istrinya kenapa anak kandungnya ditemukan dalam plastik dan karung serta dalam keadaan mati. Saat itu IF tetap mengatakan tidak tahu. Selanjutnya sang ayah membawa pelaku ke ruang piket Ditreskrimum Mapolda Kalbar untuk meminta bantuan petugas guna menginterogasi IF," papar Petit.

Setelah dilakukan interogasi oleh petugas, akhirnya IF mengakui bahwa dialah yang melakukan perbuatan yang menyebabkan korban meninggal.

Tidak hanya itu IF juga lah yang membungkus mayat korban menggunakan plastik dan karung hingga menyembunyikan mayat korban di celah dinding samping bagian dalam rumahnya.

Nasib Pilu AN

Nasib pilu Ahmad Nizam (AN) yang ditemukan tewas terbungkus karung, pada Kamis 22 Agustus 2024 di Jalan Purnama Agung 7 Pontianak yang dibunuh oleh Ibu Tirinya.

Tiwi Ibu Kandung An mengungkapkan jenazah anaknya langsung dimasukkan dalam peti dan kemudian disalatkan usai proses autopsi.  

"Nanti proses setelah ini, akan dibawa ke kampung halaman ayahnya di Palembang untuk dimakamkan," ungkapnya saat ditemui di RS Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak, pada Sabtu 24 Agustus 2024.

Sang Ibu Kandung menerangkan sudah berpisah dengan anaknya sejak 2 tahunan.

"Saya berpisah dengan Nizam sejak ia berusai 4 tahun, sekitar dua tahunan lalu," ucapnya.

Meskipun Tiwi dan Nizam jarang bertatap muka dalam kurung waktu selama dua tahunan tersebut. 

Sebab karena pekerjaan Ayahnya yang berpindah-pindah, namun Sang Ibunda menerangkan akses komunikasi dengan anaknya masih terus terhubung baik.

"Karena Papanya Nizam dinasnya berpindah-pindah. Jadi kita tidak pernah bertatap muka. Tapi untuk saat itu selama dalam kurung waktu dua tahun itu, komunikasi saya sangat baik via videocall ataupun telepon dengan Nizam," katanya.

Komunikasi ia dengan anaknya juga melalui Ibu Tiri. Tiwi mengatakan kalaupun ingin videocall Nizam biasanya menghubungi Ibu Tirinya terlebih dahulu untuk membuat janji. 

"Karena tidak bisa juga setiap waktu videocall Nizam, jadi biasanya saya buat janji dulu dengan Ibu Tirinya. Misalnya saya mau videocall Nizam nanti malam jadi dari kemarin saya sudah bilang ke Ibu Tirinya itu," jelasnya.

Tiwi menerangkan komunikasi dengan Ibu Tiri Nizam juga baik-baik saja. 

Terakhir Tiwi berkomunikasi dengan anaknya, ia mengatakan sekitar minggu-minggu kemarin dan terakhir sang anak minta dibelikan meja belajar.

"Terakhir kali komunikasi, mungkin minggu kemarin. Terakhir kali Nizam minta beliin meja belajar," ungkap Tiwi.

Kemudian Sang Ibunda Kandung berharap dengan tegas untuk kasus Nizam ini dapat diproses dan ditindaklanjuti secara hukum dengan terang menderang dan untuk pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal. 

"Saya ingin Nizam mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya dan saya juga mohon kepada media serta semuanya untuk bisa mengkawal kasus ini. Supaya diproses lebih baik dan terang menderang dan setransparan mungkin," pungkasnya

Sadisnya IF

Nasib Ahmad Nizam bocah laki - laki 6 tahun di Pontianak yang diduga tewas ditangan Ibu Tirinya berinisial IF di jalan Purnama 7, Kota Pontianak. 

Jasad Ahmad Nizam ditemukan tak bernyawa di sebalah rumahnya, dimana korban ditemukan dalam posisi di dalam karung dan diisi sampah pada kamis 23 Agustus 2024 malam.

Berdasarkan pemeriksaan Polisi terhadap IF, terkuak bahwa korban sempat dikunci diluar rumah dalam keadaan hujan deras semalaman dan tidak diberi makan

Kabid Humas Polda Kalbar Kombespol Raden Petit Wijaya mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya telah mengamankan IF selaku ibu tiri korban.

Berdasarkan pemeriksaan, IF mengaku bahwa pada hari Senin tanggal 19 Agustus 2024 pukul 11.00 WIB, sepulang sekolah ia sempat memarahi korban, lalu dalam keadaan hujan deras, IF mengunci korban di halaman belakang rumah dan tidak membolehkan masuk rumah serta tidak diberi makan.

Selama semalaman, IF membiarkan korban berada di luar rumah.

Keesokan harinya pada Selasa 20 Agustus 2024 pukul 11.00 WIB, IF melihat korban di halaman belakang rumah dalam keadaan lemas

Lalu, IF membawa masuk korban ke dalam rumah dan menyuruh korban untuk mandi.

"Saat melihat korban berjalan dalam keadaan lemas dan sempoyongan, pelaku tidak sabar dan mendorong korban di depan kamar mandi, hingga korban terjatuh dan kepala korban terbentur ubin lantai kamar mandi," ungkap Petit. 

Siasat Licik IF Ibu Tiri

Siasat licik IF (24) ibu tiri sebelum terkuak melakukan pembunuhan ke anak berusia 6 tahun yang tewas di dalam karung, sebuah rumah, Komplek Purnama Agung 7, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Kamis (22/8/2024) malam. 

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Kalbar AKBP Harry Yudha Siregar mengatakan, sebelum ditemukan tewas, korban telah dilaporkan hilang oleh ibu tiri yang telah diperiksa sebagai terduga pelaku. 

“Sebelum korban ditemukan tewas di dalam karung, korban sempat dilaporkan hilang,” kata Harry kepada wartawan, Jumat (23/8/2024). 

Polisi Menurut Harry, korban dilaporkan hilang pada Senin (19/8/2024). 

Namun, semuanya terungkap setelah ayah korban mencari di sekitar rumah, lalu menemukan korban di dalam karung, tertutup plastik hitam. 

“Awalnya curiga karena ada bau menyengat, setelah dicek, ternyata korban di dalam karung,” jelas Harry. 

Harry menerangkan, pihaknya belum menetapkan status hukum terhadap terduga pelaku IF karena masih dalam pemeriksaan intensif. 

“Kami belum menerapkan pasal, karena proses terus berjalan, yang pasti ada tindak pidana dalam peristiwa ini," jelas Harry. 

Saat ini, jenazah korban sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalbar untuk proses autopsi. 

Hasil pemeriksaan sementara, ditemukan adanya bekas luka di tubub korban. 

"Ditemukan bekas luka ini hasil visum sementara, kami akan autopsi jasad korban untuk mengetahui penyebab kematiannya," tutup Harry.

Kronologi Kejadian

Kronologi bocah berinisial AN (6) ditemukan tewas dalam karung dan diisi sampah di belakang rumah yang diduga dibunuh ibu tirinya berinisial IF. 

Korban ditemukan tak bernyawa oleh ayah kandungnya di rumah Komplek Purnama Agung 7, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Kamis (22/8/2024). 

Kabid Humas Polda Kalbar Kombespol Raden Petit Wijaya mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya telah mengamankan IF selaku ibu tiri korban. 

Polisi memeriksa IF, terkuak bahwa korban sempat dikunci di luar rumah dalam keadaan hujan deras dan tidak diberi makan. 

IF mengakui perbuatannya ini bermula saat korban pulang sekolah dalam keadaan hujan dan sempat dimarahi. 

Lalu IF mengunci korban di halaman belakang rumah dan tidak boleh masuk serta makan semalaman.

Ibu Tiri Diperiksa Polisi Keesokannya, Selasa (20/8/2024), IF melihat korban dalam keadaan lemas di halaman belakang, kemudian menyuruhnya masuk dan mandi. 

"Saat melihat korban berjalan dalam keadaan lemas dan sempoyongan, pelaku tidak sabar dan mendorong korban di depan kamar mandi, hingga korban terjatuh dan kepala korban terbentur ubin lantai kamar mandi," ungkap Petit. 

Setelah itu korban disuruh duduk di ruang TV, hanya diberi minum sambil terus dimarahi. 

Korban yang dalam keadaan lemas mengalami susah bernapas, kemudian IF mencoba melakukan bantuan pernapasan. 

Namun korban masih susah bernapas dan tersengal-sengal hingga akhirnya pelaku mendapati AN tidak bernyawa lagi. 

IF sempat mengecek detak jantung korban berhenti, dia panik kemudian pergi ke halaman belakang rumah mencari plastik sampah. 

"Saat IF menyeret korban ke halaman belakang rumah dekat kompor dan mencari plastik sampah. Lalu setelah mendapatkan palstik dan karung, IF langsung membungkus tubuh korban dengan beberapa plastik dan kemudian memasukkan tubuh korban ke dalam karung yang sudah dipersiapkan, serta menyeret dan mendorong tubuh korban ke dalam celah antara dinding rumah pelaku dan tetangga sebelah/dinding rumah orang lain," ungkap Petit. 

Kasus ini terungkap setelah ayah kandung korban mencari anaknya dan akhirnya menemukan korban tewas dalam karung di belakang rumahnya. 

Jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalbar untuk proses otopsi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved