Selasa, 28 April 2026

Viral di Media Sosial

Heboh Aksi Amuk Massa 2 Terduga Rudapaksa Siswi SMA di Rantauprapat Sumatera Utara

Viral di media sosial video aksi amuk massa terhadap 2 terduga rudapaksa siswi SMA di Rantauprapat, Sumatera Utara.

TribunBengkulu.com/X @Sutanmangara
Ilustrasi 2 terduga rudapaksa siswi SMA di Rantauprapat, Sumatera Utara diamuk massa. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Viral di media sosial video aksi amuk massa terhadap 2 terduga rudapaksa siswi SMA di Rantauprapat, Sumatera Utara.

Video tersebut dibagikan akun X (twitter) @Sutanmangara dengan nama akun Sutan Mangara Harahap pada Minggu, 8 September 2024.

Akun tersebut membagikan video tersebut sekitar pukul 3.59 WIB dan telah ditayangkan lebih dari 19,8 ribu kali.

Tidak hanya itu, video tersebut juga telah dibagikan lebih dari 110 kali, 308 sukai dan mendapatkan puluhan komentar.

Pada caption video tersebut, disebutkan bahwa terduga rudapaksa siswi SMA di Rantauprapat, Sumatera Utara diamuk massa.

"Terduga PEMERKOSA Siswi SMA di Rantauprapat digebuk Masa beramai ramai," tulis akun tersebut.

"2 orang dari 10 pelaku ditangkap masyarakat dan mendapat ratusan bogem mentah."

"Kabarnya, siswi tersebut disekap di salah satu rumah sewa di lingkungan Perisai Kota Rantauprapat."

Foto ilustrasi pencabulan
Foto ilustrasi pencabulan (Google)

Sementara itu, di dalam video yang dibagikan, terlihat 2 orang pria yang terlihat meringkuk seperti ketakutan dikerumuni massa.

Beberapa orang terlihat berusaha memukuli kedua pria tersebut.

Di sisi lain, beberapa warga lainnya cuma melerai.

Unggahan tersebut mendapatkan beragam komentar dari warganet.

"Seharus nya harus ada hukum yg menjadi efek jera dari masyarakat agar tak terulang kembali hal⊃2; seperti itu," tulis akun @Uncle Yunar.

"Idealnya,  pemerkosa divonis MATI Langsung dieksekusi tanpa perlu banding. Juga untuk pelaku teroris, bandar narkoba dan bandar judi," akun @CakMad ikut mengomentari.

"Ini ga boleh terjadi seperti ini pengeroyokan massal yang berakibat cape sendiri. Harusnya pelaku diamankan dalam pos dan di ikat lalu bagi massa dipersilahkan untuk memberi 7-10 kombinasi hit dan bergantian setelahnya," akun @Rebeloposisi menambahkan.

Hingga berita ini dituliskan, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang terkait kejadian tersebut. (**)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved