Minggu, 3 Mei 2026

Berita Viral

Penyebab 4 Orang Tewas Tertabrak KA Fajar Utama di Karawang

Pihak kepolisian mengungkapkan penyebab 4 orang tewas kecelakaan tertabrak KA Fajar Utama di Karawang pada Minggu (22/9/2024).

Tayang:
TribunBengkulu.com/Instagram Polsek Kotabaru
Pihak kepolisian mengungkapkan penyebab 4 orang tewas kecelakaan tertabrak KA Fajar Utama di Karawang pada Minggu (22/9/2024). Insert: Kapolsek Kotabaru Polres Karawang Iptu Suherlan. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Pihak kepolisian mengungkapkan penyebab 4 orang tewas kecelakaan tertabrak KA Fajar Utama di Karawang pada Minggu (22/9/2024).

Kapolsek Kotabaru Polres Karawang Iptu Suherlan mengatakan, insiden terebut terjadi ketika KA Fajar Utama menabrak empat warga di di KM 88, Dusun Daringo, Desa Pangulah Selatan, Kecamatan Kotabaru, Karawang, Jawa Barat. 

Suherlan mengatakan, empat korban tewas akibat kecelakaan kereta Karawang adalah Anita Andini, Muhammad Al Ikhsan, Ted Alfarizhi, dan Sahaman. 

Tiga korban tewas, yakni Anita, Ikhsan, dan Ted tertabrak kereta setelah mereka selesai berolahraga di Perum Arwiga. 

Sementara korban lain, Sahaman, tewas setelah ia membantu Anita, Ikhsan, dan Ted menyeberang perlintasan kereta. 

“Pada saat itu, ada kereta yang melintas dari arah Cirebon menuju Jakarta. Begitu kereta tersebut lewat, keempatnya langsung menyeberang,” ujar Suherlan kepada Kompas.com, Minggu.

Kronologi empat orang tewas tertabrak KA Fajar Utama Suherlan menjelaskan, tabrakan yang menewaskan empat orang di Karawang bermula ketika Anita, Ikhsan, dan Ted rampung melakukan olahraga sekitar pukul 07.00 WIB. 

Setelah itu, mereka hendak menyeberang perlintasan kereta dengan bantuan Sahaman. 

Sahaman membantu Anita, Ikhsan, dan Ted menyeberang perlintasan setelah ia pulang dari sawah Tanpa diduga, saat Anita, Ikhsan, Ted, dan Sahaman menyeberang perlintasan, melintas kereta dari arah Cirebon menuju Jakarta. 

Di jalur yang berlawanan juga melintas KA Fajar Utama dari arah Jakarta menuju Cirebon. 

Melintasnya dua kereta tersebut membuat para korban tidak bisa menghindar lalu tertabrak KA Fajar Utama hingga tewas.

Satu korban terseret sampai Subang Suherlan menuturkan, kecelakaan kereta Karawang menyebabkan tiga orang, yakni Anita, Ikhsan, dan Sahaman tewas lalu tergeletak di lokasi kejadian. 

Sementara korban lainya, yaitu Ted yang masih berusia tujuh tahun, tewas setelah ia tertabrak lalu terseret di bagian depan kereta. 

Jenazah Ted baru bisa dievakuasi setelah KA Fajar Utama tiba di Stasiun Tanjungrasa, Desa Tanjung Rasa Kidul, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Suherlan mengatakan, keempat korban tewas langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Karawang.

KAI minta masyarakat tidak beraktivitas di perlintasan kereta Terkait kecelakaan kereta Karawang menyebabkan empat orang tewas, PT Kereta Api Indonesia (KAI) meminta masyarakat agar tidak beraktivitas di jalur kereta, kecuali untuk kepentingan operasional kereta. 

Vice President Public Relations KAI Anne Purba menyampaikan, aktivitas di sepanjang jalur kereta, seperti bermain, berolahraga, dan kegiatan lainnya sangat membahayakan keselamatan. 

Masyarakat yang melanggar bisa dikenai sanksi hukum karena telah melanggar ketentuan dalam undang-undang yang berlaku. 

“Kami ingatkan akan potensi bahaya bagi keselamatan masyarakat yang berada di jalur kereta api, hal ini karena kereta api tidak dapat berhenti mendadak,” ujar Anne dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Senin (23/9/2024).

“Kecepatan kereta yang tinggi dan panjangnya jarak yang dibutuhkan untuk melakukan pengereman, membuat setiap aktivitas di jalur rel sangat berisiko,” tambahnya. 

Anne menjelaskan, larangan beraktivitas di sepanjang jalur kereta api diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. 

Pada Pasal 199 disebutkan bahwa masyarakat yang mengganggu aktivitas di jalur kereta dapat dikenakan pidana penjara paling lama tiga bulan.

Mereka juga bisa dijatuhi hukuman berupa denda paling banyak Rp 15.000.000. 

Sanksi dijatuhkan bagi siapa saja yang berada di ruang manfaat jalan kereta, menyeret barang di atas atau melintasi jalur kereta api tanpa hak. 

Sanksi juga berlaku bagi pihak yang menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain yang dapat mengganggu perjalanan kereta. 

Itulah penyebab kecelakaan kereta Karawang yang menewaskan empat orang. 

Klarifikasi PT KAI

PT Kereta Api Indonesia (KAI) buka suara terkait insiden Kereta Api Fajar Utama Solo rute Pasar Senen-Solo yang menabrak empat orang hingga tewas. 

Manager Humas Daop 1 Jakarta Ixfan Hendriwintoko mengatakan, peristiwa itu terjadi di wilayah daerah operasional (daop) 3 Cirebon. 

Tepatnya di jalur hulu Km 88+700 pada petak jalan Cikampek-Tanjung Rasa, Kampung Daringo, Desa Pangulah Selatan, Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Minggu (22/9/2024). 

"Kami menyampaikan keprihatinannya terkait insiden yang terjadi di Cirebon pada 22 September 2024, di mana empat orang dilaporkan tewas tertabrak kereta api," kata Ixfan, saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (23/9/2024) pagi. 

Peristiwa kecelakaan tersebut menyebabkan perjalanan kereta terlambat hingga 14 menit karena sempat berhenti di stasiun untuk pengecekan.

Kronologi kejadian Insiden empat orang tewas tertabrak kereta api terjadi di jalur hulu Km 88+700 pada petak jalan Cikampek-Tanjung Rasa, Kampung Daringo, Desa Pangulah Selatan, Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Minggu (22/9/2024) pagi. 

Saat itu, Kereta Api Fajar Utama Solo dengan rute Pasar Senen-Solo tengah melintas dari arah Jakarta menuju Cirebon.

"Masinis telah membunyikan klakson berkali-kali untuk memperingatkan warga yang berada di rel, peringatan tersebut tidak dihiraukan," kata Ixfan. 

Sementara itu, Kapolsek Kotabaru PTU Suherlan mengatakan, tiga korban pada saat kejadian sedang menyebrang perlintasan rel kereta api setelah berolahraga pagi di Perum Arwiga. 

Mereka menyebrang dibantu salah satu korban yang baru saja pulang dari sawah. 

Mulanya, korban berhasil melintasi rel setelah kereta dari arah Cirebon menuju ke Jakarta lewat. 

Namun, keempat korban tidak menyadari bahwa dari jalur berlawanan kereta Fajar Utama Solo juga akan melintas. 

"Keempat orang tersebut tidak dapat menghindar dan tertabrak," kata Suherlan, dikutip dari Kompas.com, Minggu (22/9/2024). 

Tiga korban ditemukan tergeletak di sekitar lokasi kejadian, sedangkan salah satu korban tersangkut di bagian depan kereta hingga mencapai Stasiun Tanjungrasa, Desa Tanjung Rasa Kidul, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang. (**)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved