Senin, 27 April 2026

Berita Kota Bengkulu

Kasus TBC di Kota Bengkulu Capai 849 Kasus Hingga September 2024

Dinkes Kota Bengkulu, Sebut Kasus TBC Lampaui Tahun 2023, September 2024 Capai 849 Kasus

Aghisty Firan Marenza/TribunBengkulu.com.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Joni Haryadi saat Diwawancarai TribunBengkulu.com, Rabu (25/9/2024). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Aghisty Firan Marenza 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU- Kasus penderita Tuberkulosis (TBC)  terus mengalami peningkatan yang signifikan di Kota Bengkulu.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, kasus penderita TBC pada tahun 2023 ada 706 kasus, sedangkan pada tahun 2024 terdapat 849.

Angka ini mengalami peningkatan sekitar 100 kasus dibandingkan bulan sebelumnya di mana pada bulan Agustus 2024 jumlah penderita tercatat sejumlah 747 penderita.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Joni Haryadi Thabrani mengatakan rata-rata ada penambahan 100 kasus setiap bulannya dalam kurun waktu 4 bulan terakhir.

Ia menjelaskan, pada Juni 2024 sebanyak 499, Juli 2024 sebanyak 615, Agustus 2024 sebanyak 747 dan September 2014 sebanyak 849.

"Di bulan September adalagi penambahan kasus TBC di Kota Bengkulu, sebanyak 100 kasus lebih. Sehingga total jumlah penderita saat ini ada 849 orang,  bahkan angkanya sudah melampaui tahun 2023," ungkap Joni, Rabu (25/9/2024).

Baca juga: Median Jalan Soeprapto Kota Bengkulu Dirusak, Jadi Jalan Ninja Pemotor

Joni mengimbau, peran dari keluarga pasien untuk terus mengingatkan kedisiplinan penderita TBC dalam mengkonsumsi obat yang diberikan pemerintah dan jangan sampai terputus.

"Pengobatan TBC jangan sampai terputus karena pengobatan TBC kan udah ada paketnya yaitu per 6 bulan gak boleh berhenti, berhenti sehari dia harus ulang lagi dari awal walapun misalnya dia sudah mengkonsumsi selama 3 bulan karena ditakutkan nanti bakteri TBC nya menjadi kebal," ujarnya.

Pihak keluarga juga harus memperhatikan penderita supaya tidak batuk sembarangan dan tidak meludah sembarangan.

Penderita diminta selalu menggunakan masker, karena yang membutuhkan masker adalah pasien TBC dibandingkan orang sehat agar mengurangi penyebarannya.

Joni mengajak masyarakat apabila memiliki gejala TBC seperti batuk yang tidak berkesudahan, sesak nafas, dan lainnya.

Agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat agar bisa dideteksi sedini mungkin apakah termasuk gejaga awal TBC dan bisa segera mendapatkan penangan dari tenaga kesehatan.

Sebagai informasi, hingga saat ini pihak Dinkes Kota Bengkulu, juga masih memberikan fasilitas obat TBC secara gratis.

"Obat-obatan telah disediakan pemerintah secara gratis selama 6 bulan hingga 1 tahun tanpa jeda sehingga masyrakat jangan ragu untuk rajin melakukan kontrol kesehatan ke puskesmas atau rumah sakit terdekat bila mendapati gejala awal terinfeksi penyakit TBC seperti batuk yang tidak kunjung berhenti,"tutupnya.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved