Senin, 13 April 2026

Berita Rejang Lebong

Mitigasi Bencana, Rejang Lebong Segera Miliki Pendeteksi Gempa

Kabupaten Rejang Lebong merupakan daerah yang memiliki beragam potensi bencana alam. Hal ini berdasarkan dari peta kerawanan bencana.

Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Yunike Karolina
M Rizki Wahyudi/TribunBengkulu.com
Diskusi terkait kebencanaan di Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu, Kamis (17/10/2024). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi 

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Kabupaten Rejang Lebong merupakan daerah yang memiliki beragam potensi bencana alam. Hal ini berdasarkan dari peta kerawanan bencana.

Guna mengantisipasinya, mitigasi bencana terpadu perlu dilakukan. Bahkan dalam waktu dekat, Rejang Lebong bakal miliki alat pendeteksi gempa tektonik. 

PJs Bupati Rejang Lebong Herwan Antoni mengatakan, ada beragam potensi bencana di Rejang Lebong. Mulai dari banjir, tanah longsor, gempa tektonik dan vulkanik hingga angin puting beliung.

Untuk itu, perlu dilakukan mitigasi bencana terpadu. Terlebih saat ini sedang memasuki cuaca buruk sehingga potensi bencana alam sangat tinggi terjadi. 

"Untuk mengantisipasi masa kedaruratan bencana tentunya diperlukan dukungan SDM, logistic masa panik dan penanggulangan pasca bencana," ujar Herwan.

Kepala Pelaksana BPBD Rejang Lebong Shalahuddin menjelaskan, BPBD sudah menyiapkan call center yang buka 24 jam.

Masyarakat dapat melaporkan jika terjadi bencana melalui nomor (082170010084). Pihaknya juga terus menyiagakan personel maupun alat berat agar merespon cepat jika terjadi bencana. 

"Tentu kita terus siaga, jika terjadi bencana bisa menghubungi nomer call center kita," jelas Shalahuddin. 

Sementara itu, Kabupaten Rejang Lebong segera memiliki bangunan yang memiliki alat pendeteksi dini gempa tektonik.

Hal ini dilakukan karena wilayah Rejang Lebong berada di lempeng Bukit Barisan yang rawan sekali terjadi gempa. Pembangunan fasilitas deteksi dini gempa ini didukung langsung oleh stasiun BMKG Kepahiang.

Perwakilan Stasiun BMKG Kepahiang, Wahyu Dodi Prihanto mengatakan, nantinya tempat yang dibangun ini khusus untuk mendeteksi dini dan menganalisa gempa tektonik yang terjadi.

Bahkan shelter yang dibangun ini hanya ada dua tempat saja di Pulau Sumatera, yakni di Rejang Lebong dan Jambi. 

"Mudah-mudahan dalam 2 bulan gedung dan peralatannya sudah siap dioperasikan,’’ kata Wahyu.   

Baca juga: Jadwal dan Lokasi Tes SKD CPNS Pemkab Rejang Lebong, 9-11 November 2024

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved