Gus Miftah Hina Penjual Es Teh
Curhat Pilu Yati Pesek Pendam Sakit Hati pada Gus Miftah, Usai sang Pendakwah Hina Dirinya
Seniman senior, Yati Pesek rupanya memendam rasa sakit hati pada Gus Miftah usai sang pendakwah hina dirinya kala itu.
TRIBUNBENGKULU.COM - Seniman senior, Yati Pesek rupanya memendam rasa sakit hati pada Gus Miftah usai sang pendakwah hina dirinya kala itu.
Usai Gus Miftah hina penjual es teh, video lawas dirinya yang juga hina Yati Pesek ternyata kembali viral.
Viralnya video lawas tersebut membuat Yati Pesek akhirnya buka suara.
Yati Pesek mengatakan jika usai kejadian itu, dirinya memndam rasa sakit hati pada Gus Miftah.
Hal ini diketahui melalui voice note Yati Pesek yang ia berikan pada Erick Estarda.
Mulanya Erick Estarda menjelaskan peristiwa penghinaan Yati Pesek terjadi sekitar dua tahun lalu, tepatnya di 2022.
Kala itu, Yati Pesek bercerita kepada Erick Estarda merasa sakit hati kepada Gus Miftah karena telah menghinannya saat perform sebagai sinden di acara wayang kulit.
Yati Pesek mengaku ia hanya bisa menangis dan mengadukan perbuatan Gus Miftah kepada Yang Maha Kuasa.
Saat menceritakan curahan hati Yati Pesek, Erick Estarda tampak sangat emosional.
Pasalnya Erick Estarda sudah menganggap Yati Pesek sebagai ibunya sendiri.
"Ada video 2 tahun yang lalu, dia itu udah cerita 'lek waktu aku perform sama dia itu kok dia kayak menghina ya'," ucap Erick Estarada.
"Terus 'kenapa mbak?' 'aku sakit hati le, aku mau ngadu sama siapa, aku pas pulang ke rumah aku bisanya nangis, aku ngadu sama gusti Allah'," imbuhnya.
Erick Estarda lalu menunjukkan rekaman suara Yati Pesek saat curhat kepada dirinya soal Gus Miftah.
"Dia voice saya kaya gini," kata Erick Estarda.
Di voice note tersebut terdengar, Yati Pesek curhat dirinya dihina dengan sebutan yang sangat tidak pantas oleh Gus Miftah.
Yati Pesek mengaku hatinya terasa sangat sakit. Ia merasa tak memiliki salah apa-apa terhada Gus Miftah.
"Aku diem aja, hati aku sakit banget, aku dari kecil jadi seniman sampai tua itu demi menjaga budaya aku, aku tidak asal-asalan, aku menjaga tata krama dan budi perkerti," ucap Yati Pesek.
"Tapi kok Miftah kayak gitu, dia ngantain aku bajingan, dia ngataian aku lont*, salah aku opo?"
"Teruskan seni budaya kita ya nak," imbuhnya.
Mendengar kembali voice note Yati Pesek, air mata Erick Estarda mengalir deras.
"Jujur aku sakit hati banget sumpah," ucap Erick Estarda.
Dua tahun berlalu, ternyata Gus Miftah belum juga meminta maaf kepada Yati Pesek.
Kini setelah video penghinaan tersebut viral kembali, Gus Miftah didesak Erick Estarda untuk segera menemui Yati Pesek.
"Buat Mas Miftah ayo silaturahmi, minta maaf, minta maaf," kata Erick Estarda.
"Aku hormat banget sama sampean,"
"Sampai hari ini dia masih sakit hati walau sudah memaafkan," imbuhnya.
Baca juga: Prabowo Sebut Gus Miftah Bersikap Ksatria Usai Mundur dari Jabatan Utusan Khusus Presiden
Respon Gus Miftah
Kata Miftah, peristiwa dialog dirinya dengan Yati Pesek itu sudah berlalu. Namun belakangan, videonya baru viral di media sosial.
"Itu monggo saja. Itu saya bisa berbuat apa? Video sudah tahun yang lalu kembali diungkit. Insyaallah hubungan saya dengan beliau yang terbaik. Kalaupun itu diambil, diviralkan kembali, ya saya bisa berbuat apa?" ujarnya.
Dia merasa setiap orang punya masa lalu. Dia percaya orang yang buruk bisa memperbaiki diri menjadi orang yang lebih baik di kemudian hari.
"Artinya memang saya selalu mengatakan orang baik pasti punya masa lalu, dan orang jelek saya meyakini pasti ada masa depan," ujarnya.
Dia mengaku sudah berkomunikasi dengan Yati Pesek. Dia akan mengunjungi Yati Pesek di Sragen, Jawa Tengah.
"Saya sudah berkomunikasi dengan abah saya Sragen. Dan saya setelah ini insyaallah akan bersilaturahmi dengan beliau," kata Miftah.
Pernyataan Gus Miftah Mengundurkan Diri
Berikut pidato lengkap Miftah Maulana setelah menyatakan mundur dari jabatan Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan:
Bapak Presiden RI, Bapak Wapres dan rakyat Indonesia yang saya cintai dan hormati.
zinkan saya mengawali ini dengan mengutip Ayat 26, dalam Surat Al-Imron:
“Wahai Allah, Pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu,".
Hari ini, dengan segala kerendahan hati dan ketulusan, dengan penuh kesadaran, saya ingin sampaikan, sebuah keputusan, yang telah saya renungkan dengan sangat mendalam, setelah berdoa, bermuhasabah, dan istikhoroh.
Saya memutuskan, untuk mengundurkan diri dari tugas saya sebagai Utusan Khusus Presiden RI bidang Kerukunan Agama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.
Keputusan ini saya ambil bukan karena ditekan oleh siapapun, bukan karena permintaan siapapun, tetapi keputusan ini saya ambil karena rasa cinta, hormat dan tanggung jawab saya, kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, serta seluruh masyarakat Indonesia.
Sekali lagi saya ulangi.
Keputusan ini saya ambil, bukan karena ditekan oleh siapapun, bukan karena permintaan siapapun, tetapi semata-mata, keputusan ini saya ambil karena rasa cinta, hormat dan tanggung jawab saya, kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, serta seluruh masyarakat Indonesia
Keputusan ini bukanlah sebuah akhir atau langkah mundur. Melainkan langkah awal untuk terus berkontribusi pada bangsa dan negara dengan cara lebih luas dan beragam.
Seorang berjiwa besar pernah berkata, kalau jabatan itu adalah titipan sementara, itu adalah salah satu sarana untuk berbuat kebaikan.
Oleh karena itu, sebagai seorang pendakwah dan pelayan umat, saya merasa bahwa pengabdian pada bangsa dan negara Indonesia tidak terbatas saat menjabat dan memiliki kedudukan semata tapi mencakup seluruh ruang dimana saya bisa memberikan manfaat.
Kepada bapak presiden, saya mengucapkan terimakasih, yang setulus-tulusnya, atas amanah dan kepercayaan, yang telah diberikan pada saya.
Saya seorang anak yang berlatarbelakang dari jalanan, bergaul dengan dunia premanisme dan klub malam dan telah diangkat derajat tinggi oleh Presiden adalah anugerah yang luar biasa melalui perantara Presiden Prabowo.
Saya mohon maaf pada bapak, belum bisa menjadi sesuai yang bapak harapkan dari saya. Sekali lagi, saya mengucapkan terimakasih pada bapak presiden karena saya belajar jadi ksatria.
Pada seluruh rakyat saya terimakasih atas dukungan doa dan kepercayaan selama saya menjalankan tugas ini. Sebagai manusia biasa, saya tidak luput dari khilaf, kekurangan, baik sengaja atau tidak.
Saya mohon maaf dari lubuk hati yang paling dalam. Saya yakin kebenaran hanya milik Allah SWT.
Saya mohon maaf dari lubuk hati yang paling dalam. Saya yakin kebenaran hanya milik Allah SWT.
Saya boleh ada jabatan atau tidak, saya boleh berhenti atau bahkan saya boleh ada atau tiada, tapi Indonesia harus terus maju, jadi bangsa adil, makmur, bermartabat, apapun situasinya bagaimanapun keadaannya untuk terus belajar dan hadir menjadi bagian dari solusi dalam kapasitas sebagai pendakwah.
Saya tetap akan membawa pesan persatuan, toleransi, menjadikan keragaman sebagai kekuatan, bukan pemecah belah. Ini jadi energi integrasi nasional yang berdasarkan Bhinneka Tunggal Ika.
Saya berdoa pemerintah di bawah Presiden Prabowo diberi kekuatan, keberkahan dan kebijaksanaan. Semoga langkah beliau dimudahkan dan dirahmati untuk membawa Indonesia menjadi bangsa yang adil, makmur, penuh keberkahan.
Akhir kata, saya berdoa untuk tanah air tercinta dan senantiasa diberikan kekuatan, membawa nama Indonesia harum di mata internasional.
| Awal Mula Ustadz Adi Hidayat Diisukan Gantikan Gus Miftah usai Mundur dari Utusan Khusus Presiden |
|
|---|
| Reaksi Ustadz Adi Hidayat Usai Diisukan Gantikan Jabatan Gus Miftah, Sebagai Utusan Khusus Presiden |
|
|---|
| Tanggapan Clara Shinta Usai Dituding Sebarkan Video Awal Gus Miftah 'Aku Gaenakan' |
|
|---|
| Sunhaji Penjual Es Berangkat Umroh Hadiah dari Gus Miftah, Berpelukan Hangat Saat Pamitan |
|
|---|
| Reaksi Clara Shinta Usai Dituding Jadi Orang Pertama yang Sebar Video Gus Miftah Hina Penjual Es Teh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Curhat-Pilu-Yati-Pesek-Pendam-Sakit-Hati-pada-Gus-Miftah-Usai-sang-Pendakwah-Hina-Dirinya.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.