Senin, 20 April 2026

Aksi Teror Lempar Kaca Mobil

Aksi Teror Lempar Kaca Mobil Marak Terjadi di Kota Bengkulu

Telah terjadi aksi teror pelaku melempar batu kaca mobil yang sedang terparkir depan toko Vino yang terletak di Jalan Basuki Rahmat Kota Bengkulu.

Penulis: Bima Kurniawan | Editor: Hendrik Budiman
HO TribunBengkulu/IStimewa
Kolase Mobil Korban Lempar Batu. Aksi Teror Lempar Kaca Mobil Marak Terjadi di Kota Bengkulu 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan  

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Aksi teror lempar batu kaca mobil yang sedang terparkir depan toko Vino yang terletak di Jalan Basuki Rahmat Kota Bengkulu, pada Selasa (24/12/2024). 

Korban Vivi (31) warga Rt.09 Rw.03 Kelurahan Belakang Pondok, Kota Bengkulu baru mengetahui kaca mobilnya hancur saat pagi hari. 

"Pagi-pagi baru nampak saat orangtua memanggil, menerangkan bahwa kaca mobil saya pecah," ucap Vivi pemilik toko vino kepada TribunBengkulu.com. 

Setelah dilihat, ternyata kaca mobil bagian belakang merk Rush warna putih dengan nopol BD 1969 ER pecah dan terdapat batu di dalam mobilnya. 

"Batunya besar ada di dalam mobil, saya kira orang maling mobil, tapi pintu mobil tidak terbuka," jelas Vivi. 

Korban mengaku, tidak menyadari saat kejadian berlangsung dikarenakan sedang tidur. 

"Tidak sadar baru jam 07.00 WIB ketahuan, dan keterangan warga sekitar juga tidak ada yang melihat, ada terekam cctv cuman silau tertutup lampu," ungkap Vivi. 

Baca juga: Marak Aksi Jambret di Bengkulu, Kapolresta Instruksikan Tembak Ditempat Pelaku

Ia menerangkan awalnya sempat curiga pelaku bermotif iri terhadapnya sehingga melempar mobilnya. 

"Awalnya dugaan orang sirik tapi karena hari ini udah ada tiga korban mungkin anak-anak geng motor," terang Vivi. 

Berdasarkan hasil rekaman cctv pada pukul 04.00 WIB pelaku dua orang berboncengan menggunakan motor yang melempar kaca mobil miliknya. 

"Pas jam 04.00 WIB dia (pelaku_red) lewat langsung pergi tancap gas, di cctv itu dua orang satu motor warna putih sejenis matic," beber Vivi. 

Akibat dari kejadian tersebut ia mengalami kerugian sebesar Rp 2 juta untuk mengganti kaca mobil bagian belakangnya yang pecah. 

"Baru ganti kaca belakang ori Rp 2.000.000 tapi belum saya laporkan ke pihak kepolisian," kata Vivi. 

Kejadian tersebut baru pertama kali dialaminya selama parkir 

Harapannya kepada pihak yang berwenang untuk dapat meningkatkan patroli sebagai upaya pengamanan. 

"Kan kasian juga informasinya ada orang lagi jalan dilempar juga," kata Vivi.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved