Jumat, 5 Juni 2026

Kecelakaan maut di Pekanbaru

Janji Rayakan Ultah Anak, Lidia Justru Pergi Dugem Bareng Pacar Tabrak 1 Keluarga di Pekanbaru

Janji rayakan ulang tahun sang anak, Lidia justru pergi dugem bareng pacar tabrak satu keluarga di Pekanbaru.

Tayang:
Editor: Yuni Astuti
IST
Kolase foto Lidia. Janji Rayakan Ultah Anak, Lidia Justru Pergi Dugem Bareng Pacar Tabrak 1 Keluarga di Pekanbaru 

TRIBUNBENGKULU.COM - Janji rayakan ulang tahun sang anak, Lidia justru pergi dugem bareng pacar tabrak satu keluarga di Pekanbaru.

Kecelakaan yang terjadi di Pekanbaru memang membuat kesedihan berbagai pihak, termasuk anak dari Lidia.

Lidia Ristiawati Putri (25) menjadi salah satu penumpang dalam mobil Calya yang tabrak satu keluarga hingga tewas di Jalan Hangtuah, Pekanbaru, Rabu (1/1/2025).

Kejadian yang dialami Lidia juga membuat sang anak merasakan kesedihan.

Pasalnya Lidia telah menjanjikan pada anaknya untuk merayakan ulang tahun sang anak.

Namun belum sempat menepati janji sang anak, Lidia bersama kekasihnya Antoni Romansyah (44) pergi dugem dan naas merka menabrak satu keluarga hingga tewas.

Janji ingin memberikan kado kepada anaknya itu terlihat dari akun sosial medianya, Putri Adelia Jovelyn.

Putri pertamanya berulang tahun ke-8 pada 23 Desember 2024.

"Heppy besday anak gadis ku  23-12-2016 yg ke 8 tahun panjang umur sehat selalu syg jadi ank yg soleh dan jdi kebanggaan bunda ya doa terbaik pkonya syg," tulis Lidia.

Ia pun menjanjikan akan memberikan kado dan perayaan ulang tahun jika sudah pulang ke Sukabumi.

"Kado sma di rayain nya bsok ya nak ank gadis ku anak pertamaku beşok bunda pulang kita Rayain ya nak," tulisnya.

Lidia dan Antoni Romansyah, serta satu penumpang lainnya Deni (30) terbukti positif narkoba jenis sabu saat pulang dugem di malam pergantian tahun, Selasa, (1/1/2024).

Saat itu, ia menempuh perjalanan dari Sukabumi, Jawa Barat hendak menuju ke Batam, Kepulauan Riau.

Baca juga: Pilunya Alda, Diawal Tahun Baru Harus Terima Orang Tua dan Adik Tewas Kecelakaan di Pekanbaru

Kronologi Kecelakaan 

Baru-baru ini seorang warga bernama Asep Mulyani, menceritakan kecelakaan yang terjadi di Jalan Hangtuah, Kota Pekanbaru tersebut. 

Kejadian kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 06.30 WIB dan disaksikan langsung dengan mata kepalanya. 

Mobil Toyota Calya warna putih melaju dengan kecepatan tinggi dan tiba-tiba menabrak pengendara motor.

Dalam kejadian tersebut, ada 3 korban tewas. Ketiganya merupakan satu keluarga, yang sedang berboncengan dengan sepeda motor.

Disebutkan Asep, saat itu ia sedang berkendara di Jalan Hangtuah untuk berangkat ke tempat kerja.

Namun di perjalanan, ia dikagetkan dengan peristiwa kecelakaan tersebut.

“Korban pengendara motor itu persis depan saya, jarak sekitar 30 meter, mobil putih melaju kencang dan tiba-tiba oleng ke kanan, langsung menghantam pengendara motor,” jelas Asep saat berbincang dengan Tribun Pekanbaru. 

Ia menuturkan, korban ada 3 orang, terdiri dari suami, istri, dan seorang anak.

“Korban 3 orang, ibu dan anak kecil meninggal dunia di tempat, sedang ayahnya saat itu masih kritis,” beber Asep.

Ia membeberkan, ketiga korban terpental dari sepeda motor mereka hingga terpencar satu dengan yang lain. Sepeda motornya juga hancur.

Asep bilang, ia mendengar suara benturan yang keras. Ia juga sempat mendengar teriakan dari korban sesaat sebelum ditabrak.

Dijelaskan Asep, korban sudah tidak mengelak dari tabrakan. Lantaran jaraknya yang sudah sangat dekat.

Tak ada yang menyangka, mobil yang datang dari arah berlawanan itu akan oleng ke arah kanan, masuk ke jalur korban.

“Korban ditabrak dari arah depan,” sebut Asep.

Tak hanya itu, diterangkan Asep, mobil maut itu juga sempat menabrak pesepeda motor lainnya, yang berada persis di belakang sepeda motor korban.

Warga lainnya, Yuliza menyebut, awalnya ia melihat korbannya cuma 1 orang, seorang laki-laki.

“Korbannya bapak-bapak yang saya lihat pertama kali, terletak nggak berdaya, kakinya patah. Karena saya penasaran, saya mendekat ternyata 3 orang korbannya, anak dan istrinya meninggal di tempat,” terang Yuliza.

Ia melihat, untuk dua korban tewas di tempat, sudah ditutup oleh warga dengan kain dan spanduk.

Sementara itu, pengemudi mobil Toyota Calya warna putih tersebut, Antoni Romansyah (44), ditetapkan sebagai tersangka.

Kolase foto Alda (kiri) dan oarang tua sreta adik Alda (kanan).
Kolase foto Alda (kiri) dan oarang tua sreta adik Alda (kanan). (TribunPekanbaru)

Antoni bersama 2 penumpang yang dibawanya, wanita bernama Lidia Ristiawati Putri (25) dan pria bernama Deni (30), ternyata baru pulang dugem dan pesta narkoba di malam pergantian tahun.

“Sopirnya ditetapkan tersangka, sementara untuk 2 penumpang, kita sudah berkoordinasi dengan Satuan Reserse Narkoba untuk melaksanakan pengembangan,” jelas Kasat Lantas Polresta Pekanbaru, Kompol Alvin Agung Wibawa.

Akibat berkendara di bawah pengaruh narkoba, pengemudi mobil tersebut Antoni Romansyah (44), menabrak pemotor berboncengan yang merupakan satu keluarga hingga tewas.

Kecelakaan tragis yang terjadi di hari pertama tahun 2025 ini, terjadi sekitar pukul 06.30 WIB di Jalan Hangtuah Ujung, depan Klinik Siaga Medika 2, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru.

“Pengendara mobil Calya dan 2 penumpang itu baru pulang dugem. Dari hasil pemeriksaan ketiganya positif narkoba jenis zat amphetamine dan methampetamine. Ini berdasarkan tes urine. Ketiganya sudah kita amankan,” ucap Alvin.

Dibeberkan Alvin, saat ini pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru untuk kepentingan pendalaman lebih lanjut.

Alvin menuturkan, kecelakaan berawal ketika mobil Toyota Calya dengan nomor polisi F 1817 VI, yang dikemudikan oleh Antoni Romansyah (44), bergerak dari arah timur menuju barat.

Mobil ini membawa 2 penumpang, yakni wanita bernama Lidia Ristiawati Putri (25) dan pria bernama Deni (30).

Sesampainya di depan Klinik Siaga Medika 2, mobil tersebut tiba-tiba melebar ke sebelah kanan jalan dan menabrak sepeda motor Honda Beat BM 5672 ABP yang dikendarai oleh Anton Sujarwo (38), yang membonceng dua penumpang, yakni Aditia Aprilio Anjani (10) dan Afrianti (42). Ketiganya merupakan satu keluarga.

Akibat tabrakan, motor Honda Beat terjatuh dan terseret, sedangkan mobil Toyota Calya terus bergerak dan kembali menyenggol sepeda motor Honda Scoopy BM 3170 MAK yang dikendarai oleh Dwi Irawanto (22) dengan penumpangnya, Nurliani (25).

Kedua sepeda motor tersebut terpental ke pinggir jalan, sementara mobil Toyota Calya mengalami kerusakan parah pada bagian depan kanan hingga terbalik ke sisi kiri.

Akibat kecelakaan ini, tiga orang yang merupakan satu keluarga meninggal dunia.

Mereka adalah pengendara sepeda motor Honda Beat, Antoni Sujarwo (38), yang mengalami luka berat pada kepala, kaki kanan patah, dan leher patah.

Korban meninggal dunia dalam perawatan medis di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.

Lalu Aditya Aprilio Anjani (10), penumpang Honda Beat, mengalami luka berat di kepala dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Serta Afrianti (42), penumpang Honda Beat, yang mengalami patah pada pinggang dan kedua kakinya. Ia meninggal dunia di tempat kejadian dan jenazahnya dibawa ke kamar jenazah RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.

Sementara itu, pengendara Honda Scoopy, Dwi Irawanto, dan penumpangnya, Nurliani, hanya mengalami luka ringan.

Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com 

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved