Berita Kepahiang
Melihat Mimbar Simpang Lupis, Bukti Kunjungan dan Pidato Soekarno di Kepahiang Bengkulu
Presiden pertama Indonesia, Soekarno diketahui pernah berkunjung ke Kepahiang Bengkulu pada tahun 1949.
Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra
TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Presiden pertama Indonesia, Soekarno diketahui pernah berkunjung ke Kepahiang Bengkulu pada tahun 1949.
Saat di Kepahiang, Bung Karno sempat melakukan pidato yang berapi-api dihadapan ratusan masyarakat.
Saat itu, Bung Karno berpidato diatas sebuah mimbar batu. Mimbar itu ternyata masih utuh, dan bertahan hingga saat ini.
Pada Jumat (10/1/2025), TribunBengkulu.com berkesempatan melihat langsung mimbar yang digunakan Bung Karno ini.
Mimbar ini terletak di pusat Kota Kepahiang, dan terletak di pinggir jalan hingga sangat mudah dijangkau.
Namun, posisinya agak tersembunyi oleh taman dan pohon pelindung, sehingga tidak terlihat jika hanya melintas dengan kendaraan.
Mimbar ini terlihat terbuat dari beton dan batu alam, dengan ukuran lebar sekitar satu meter, dan tinggi 1,5 meter.
Ada lima anak tangga untuk bisa naik ke mimbar ini.
Kondisi mimbar sendiri tampak masih kokoh, meski ditumbuhi lumut hijau di beberapa bagian.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang sendiri sudah menetapkan mimbar ini sebagai warisan budaya (fitur sejarah), dengan nama Mimbar Simpang Lupis.
Papan penanda bahwa mimbar ini merupakan warisan budaya juga tampak terpasang di dekat mimbar.
Salah satu warga Kepahiang, Yopa mengatakan dirinya memang mengetahui jika mimbar ini merupakan mimbar yang digunakan Bung Karno saat ke Kepahiang.
Karena itu, dia berharap agar pemkab bisa merawat dan menjaga mimbar ini.
"Ini adalah bukti sejarah, bahwa Kepahiang pernah dikunjungi Presiden Soekarno," ungkap Yopa.
Baca juga: KPU Usulkan Pelantikan Bupati Kepahiang Terpilih ke DPRD, Jadwal Kewenangan Presiden
| PAD Kepahiang Tembus Rp20,4 Miliar, BKD Masih Tunggu Laporan Penerimaan OPD dan BLUD |
|
|---|
| Kepahiang Terima DBH Rp7,7 Miliar, tapi Masih Punya Beban Utang Program Rp23 Miliar |
|
|---|
| Terima DBH Rp7,7 Miliar dari Pemprov Bengkulu, Kepahiang Belum Cukup Tutupi Gagal Bayar Rp23 Miliar |
|
|---|
| Pemkab Kepahiang Kembali Raih Opini WTP, Bupati Zurdi Nata Sebut Hasil Kerja Keras Seluruh OPD |
|
|---|
| Peringati Hari Lahir Pancasila, Bupati Kepahiang: Kemajuan Teknologi Tanpa Moral Bisa Menyesatkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Mimbar-Simpang-Lupis-di-Kepahiang-Bengkulu.jpg)