Senin, 8 Juni 2026

Berita Bengkulu Selatan

Meriam Honisuit Buatan Inggris yang Dibawa Kolonial Jepang ke Bengkulu Selatan Pada 1942

Meriam Honisuit yang merupakan senjata buatan Inggris yang dibawah oleh tentara Jepang untuk menjajah Kabupaten Bengkulu Selatan pada tahun 1946

Tayang:
Penulis: Nur Rahma Sagita | Editor: Hendrik Budiman
Nur Rahma Sagita/TribunBengkulu.com
Melihat Meriam Honisuit yang merupakan senjata buatan Inggris. Senjata ini dibawah oleh tentara Jepang untuk menjajah Kabupaten Bengkulu Selatan, pada tahun 1942. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Meriam Honisuit yang merupakan senjata buatan Inggris. Senjata ini dibawa oleh tentara Jepang untuk menjajah Kabupaten Bengkulu Selatan pada tahun 1942.

Kegunaan meriam Honisuit ini untuk menjaga pertahanan garis pantai Bengkulu Selatan dari ancaman musuh Jepang saat itu. 

Meriam Honisuit  memiliki panjang laras sekitar 3,4 meter, bobot meriam mencapai 2,2 ton dengan kaliber 19 cm dengan nama laras B.L.O. In-Vire

Meriam ini terletak di pusat Kota Manna, Bengkulu Selatan berdekatan dengan Kantor Bupati Kabupaten Bengkulu Selatan tepatnya berlokasi di ke Jalan Raya Padang Panjang Manna.

Sebelum dipindahkan meriam Honisuit berada di belakang Kantor DPRD Kabupaten Bengkulu Selatan yang sekarang juga menjadi tempat wisata Taman Remaja.

Pada 10 januari 2008, Meriam Honisuit atas kesepakatan Dinas Purbakala Provinsi Jambi dan Pemda Bengkulu Selatan dipindahkan ke Bundaran Jalan Raya Padang Panjang, Kota Manna di dekat kantor Bupati Bengkulu Selatan.

Baca juga: Nelayan di Bengkulu Selatan Keluhkan Tak Bisa Melaut-Pendapatan Berkurang, Dampak Cuaca Buruk

Selain meriam Honisuit menjadi peninggalan sejarah ini juga menjadi tempat bersantai bagi anak muda remaja yang ada di Bengkulu Selatan untuk menghabiskan waktu sorenya serta tidak jarang juga penggunjung berfoto-foto di dekat meriam ini.

Seperti dikatakan salah satu pengunjung meriam Honisuit Dedi Wiranata (26), dirinya menyebutkan meriam ini sangat besar dan sangat bersejarah jadi ini sangat baik jika Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan selalu menjaga keberadaan meriam ini.

“Sangat disayangkan kalau meriam ini tidak diperhatikan karena dengan adanya meriam ini juga bisa menarik wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Bengkulu Selatan,” kata Dedi.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved