Rabu, 27 Mei 2026

Warga Mukomuko Diterkam Harimau

Mengapa Harimau Berkeliaran di Permukiman Warga dan Objek Wisata Danau Lebar Mukomuko Bengkulu?

Harimau yang menerkam warga Desa Tunggal Jaya, Teras Terunjam, Mukomuko masih berkeliaran di permukiman warga dan masuk ke kawasan wisata Danau Lebar.

Tayang:
HO BKSDA Bengkulu
Pemasangan Perangkap harimau ke tiga di Objek Wisata Danau Lebar, Desa Setia Budi, usai ditemukan aktivitas harimau disekitar danau lebar, Sabtu (11/1/2025). 

“Faktor ketiga ini karena sakit, jadi dia mencari mangsa yang mudah dijangkau oleh harimau,” jelas Iswadi.

Kemudian, harimau yang sedang dalam masa asuh, saat kondisi masa asuh ini, biasanya induk harimau akan melepas anak-anaknya ke pinggir hutan untuk berlatih berburu.

Harimau dalam masa asuh ini biasanya berumur 1 tahun, seperti kasus di Kecamatan Malin Deman yang mana saat itu ada hewan ternak yang mati akibat dicakar oleh harimau.

“Anak-anak harimau ini dilatih berburu, induknya menunggu di pinggir hutan. Anak harimau hanya bisa mencakar saja, kalau anak harimau ini tidak bisa melawan lagi baru induknya akan membantu,” beber Iswadi.

Terkait kawasan atau teritori harimau ini, sambung Iswadi, sudah menjadi masalah yang besar.

Pasalnya satu ekor harimau membutuhkan wilayah jelajah seluar 100 kilometer persegi yang menjadi teritori harimau jantan.

“Harimau itu harus menjaga kondisi fisiknya yang sehat harus bugar. Setiap hari harimau itu minimal harus berjalan sejauh 40 kilometer,” papar Iswadi.

Iswadi mengungkapkan, untuk wilayah seluas 40 kilometer ini bisa jadi ada di wilayah pemukiman atau perkebunan di Mukomuko.

Untuk saat ini, wilayah harimau tersebut sangat sulit sekali ditemukan.

Sudah terpotong-potong oleh perkebunan sawit milik perusahaan ataupun milik warga hingga perambahan hutan ilegal.

Sehingga bisa membuat Harimau kebingungan karena wilayah miliknya sudah terpotong-potong karena kehilangan wilayah oleh lahan ataupun perkebunan milik perusahaan ataupun warga.

"Harimau yang masuk ke pemukiman warga itu adalah faktor umum, karena kawasan jelajah harimau itu sudah terkurung di hutan-hutan kecil, hingga harimau hanya memiliki teritori kecil,” kata Iswadi.

Ilustrasi harimau (kanan). Jasad korban bernama Ibnu Oktavianto ditemukan di perkebunan sawit, pada Rabu (8/1/2025) dini hari.
Ilustrasi harimau (kanan). Jasad korban bernama Ibnu Oktavianto ditemukan di perkebunan sawit, pada Rabu (8/1/2025) dini hari. (TribunBengkulu.com/Panji Destama)

Harimau Terkam Warga

Sebelumnya, diberitakan, Ibnu Oktavianto (22) warga Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Teras Terunjam, Kabupaten Mukomuko ditemukan ditemukan tewas di semak-semak perkebunan sawit.

Ibnu diduga diterkam harimau saat mencari rumput untuk ternak.

Korban ditemukan berada di semak-semak perkebunan warga, dalam kondisi tak bernyawa dan tubuh penuh luka, serta kaki kiri korban hanya tinggal tulang saja.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved