Minggu, 7 Juni 2026

Berita Kota Bengkulu

Kota Bengkulu Bebas Kasus Malaria Sejak 4 Tahun Terakhir

Tetap mengimbau kepada masyarakat, agar tetap waspada karena, penyakit malaria yang selama ini terjadi berasal dari luar daerah.

Tayang:
Aghisty Firan Marenza/TribunBengkulu.com.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu. Kota Bengkulu Bebas Kasus Malaria Sejak 4 Tahun Terakhir 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Aghisty Firan Marenza 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Sudah hampir empat tahun, kasus malaria di Kota Bengkulu nihil kasus.

Pemerintah Kota Bengkulu, melalui Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, telah mencapai tahap eleminasi penyakit malaria dan sudah mendapat sertifikat eleminasi malaria dari Kemenkes RI, tepatnya empat tahun lalu pada tahun 2020.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Joni Haryadi menyampaikan, sebelumnya kalaupun ada kasus malaria yang terjadi penularannya berasal dari luar daerah.

"Alhamdulillah sampai tahun 2024 lalu, di Kota Bengkulu, tidak ada kasus penderita malaria," ucap Joni Haryadi, Sabtu (18/1/2025).

Namun demikian, ia tetap mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada karena penyakit malaria yang selama ini terjadi berasal dari luar daerah.

Baca juga: BMKG: Waspada Hujan Petir di 9 Kecamatan Kota Bengkulu Hari Ini Rabu 15 Januari 2025

Disebutkan, ada 4 jenis plasmodium, yaitu vivax, ovale, malariae dan falciparum yang obatnya pun berbeda-beda.

"Pengobatan malaria disesuaikan dengan jenis malarianya, tingkat keparahan dan kondisi pasien. Obat yang diberikan biasanya obat chloroquine dan primaquine,” imbuhnya.

Selain itu, ia menjelaskan, walaupun malaria telah berhasil di eliminasi, Joni mengungkapkan bahwa Dinkes Kota Bengkulu, masih menghadapi masalah lain, yakni penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Penyakit ini menjadi perhatian utama, terutama karena pola cuaca yang terus berubah antara hujan dan panas.

"Apabila terjadi hujan secara terus-menerus, hingga menyebabkan banjir, perkembangan nyamuk Aedes akan sulit terjadi. Namun, saat cuaca berganti-ganti, nyamuk Aedes justru memiliki waktu untuk berkembang biak di tempat-tempat yang mudah tergenang air," sambungnya.

Masyarakat Kota Bengkulu, di minta untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan langkah-langkah pencegahan melalui 3 M.

"Seperti menguras, menutup, dan mengubur wadah yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk,"tutup Joni Haryadi.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved